Ditjen Imigrasi Layanan Paspor Hadir di CFD Sudirman–HI, Antusiasme Warga Lampaui Kuota Awal

Jakarta, GemaTopikor – Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Jakarta Barat menghadirkan layanan pembuatan paspor di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman–HI, tepatnya di area Wisma KEIAI, Minggu (24/5). Program ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui konsep “Imigrasi untuk Rakyat”.
Kegiatan bertema “Paspor Kuat, Indonesia Sehat, Imigrasi Hadir untuk Rakyat” tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memanfaatkan momentum CFD yang ramai pengunjung, layanan pada hari libur dinilai memberi alternatif bagi warga yang sulit mengurus paspor pada hari kerja.
Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto mengatakan layanan publik sengaja dihadirkan di ruang aktivitas masyarakat agar lebih mudah diakses dan terasa lebih dekat.
“Karena kita ketahui bersama bahwa masyarakat di hari kerja tentu banyak kesibukan dalam aktivitas usaha dan kerjanya. Karena itu kita melihat ini menjadi satu animo masyarakat, kita buka layanan di hari Minggu,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Jakarta Barat awalnya menyediakan 50 kuota layanan paspor melalui aplikasi M-Paspor. Tingginya minat masyarakat membuat panitia menambah enam kuota tambahan di lokasi kegiatan.
Selain pelayanan paspor, kegiatan juga diisi dengan senam bersama dan partisipasi jajaran imigrasi se-DKI Jakarta. Aktivitas tersebut disebut sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai di lingkungan keimigrasian.
Langkah membuka pelayanan di ruang publik dinilai sebagai strategi Ditjen Imigrasi untuk meningkatkan aksesibilitas layanan sekaligus membangun citra pelayanan yang lebih inklusif dan responsif. Di sisi lain, tantangan konsistensi pelayanan serta kapasitas kuota tetap menjadi perhatian agar inovasi serupa benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.
Program ini juga diklaim sejalan dengan agenda penguatan layanan keimigrasian berbasis digital melalui aplikasi M-Paspor serta bagian dari implementasi 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui layanan jemput bola seperti ini, Ditjen Imigrasi berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan keimigrasian nasional.
Editor: AH
