Ghosun Iron Camp Fokus Bina Generasi Muda, Susanto: Olahraga Jadi Sarana Menekan Kriminalitas
Bekasi, GemaTipikor – CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga sebagai sarana pengembangan karakter, disiplin, dan prestasi.
Menurut Susanto, kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja dari kalangan kurang mampu, menjadi alasan utama pihaknya aktif mengembangkan program pembinaan olahraga. Ia menilai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diimbangi dengan kegiatan positif bagi generasi muda.
“Saya melihat masih banyak anak-anak yang hidup di lingkungan kurang beruntung, termasuk di kawasan padat penduduk. Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang melalui kegiatan yang positif,” ujar Susanto kepada awak media.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Ghosun Iron Camp menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat untuk memberikan akses pembinaan kepada anak-anak dan remaja yang dinilai membutuhkan pendampingan. Program tersebut mendapat respons positif dari aparatur pemerintah wilayah yang berencana mengikutsertakan sekitar 20 anak dalam kegiatan pembinaan yang diselenggarakan.
Susanto menjelaskan bahwa Ghosun Iron Camp tidak hanya menyediakan pelatihan tinju, tetapi juga membuka berbagai cabang olahraga bela diri lainnya, seperti silat, taekwondo, karate, dan wushu. Menurutnya, keberagaman cabang olahraga tersebut memberikan pilihan bagi peserta untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah setempat kepada Ghosun Iron Camp untuk ikut berkontribusi dalam membina anak-anak dan remaja. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang positif melalui olahraga dan pembentukan karakter,” katanya.
Ia menambahkan, olahraga memiliki peran penting dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang produktif. Selain meningkatkan kebugaran dan kedisiplinan, olahraga juga dinilai mampu membangun mental tangguh, semangat kebersamaan, serta rasa tanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Susanto juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas dalam organisasi olahraga. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar selama seluruh pihak tetap berorientasi pada tujuan bersama, yakni memajukan organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perbedaan pendapat adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bekerja sama, saling mendukung, dan bergotong royong demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Susanto berharap pembinaan olahraga, khususnya melalui tinju dan cabang bela diri lainnya, dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Dari sisi sosial, program pembinaan yang dijalankan Ghosun Iron Camp diharapkan mampu memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri serta membangun masa depan yang lebih baik. Namun demikian, keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan, dukungan keluarga, serta kolaborasi antara komunitas olahraga, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Ghosun Iron Camp berupaya menempatkan olahraga tidak hanya sebagai sarana prestasi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan pembangunan karakter generasi muda.
Reporter: Ali Han





