SAH! PB IPSI Tetapkan Muhammad Taufiq sebagai Ketua Umum PSHT, Akhiri Kisruh Dualisme yang Berkepanjangan

Jakarta I GemaTipikor – Drama panjang dualisme kepengurusan di tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akhirnya memasuki babak penentuan. Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) resmi menetapkan dan mengakui kepengurusan Dr. Ir. Muhammad Taufiq sebagai satu-satunya kepengurusan PSHT yang sah dalam struktur organisasi IPSI.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor 23/KH/IV/2026 tertanggal 9 April 2026, yang diteken langsung oleh Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto, sekaligus menjadi penanda berakhirnya tarik-ulur legitimasi yang selama ini memicu polemik di internal organisasi.
PB IPSI menegaskan bahwa pengakuan itu didasarkan pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0005248.AH.01.07 Tahun 2025, yang secara hukum menetapkan Muhammad Taufiq sebagai Ketua Umum dan Purwanto Budi Santoso sebagai Sekretaris Umum PSHT.

Tak berhenti pada pengakuan formal, PB IPSI juga memulihkan penuh hak organisasi PSHT dalam seluruh aktivitas kelembagaan IPSI. Artinya, kepengurusan yang dipimpin Muhammad Taufiq kini kembali memiliki hak penuh untuk menjalankan peran organisasi dalam lingkup resmi pencak silat nasional.
Tak Ada Lagi Ruang Polemik
Dengan keluarnya keputusan ini, PB IPSI secara tidak langsung mengirim pesan tegas bahwa tidak ada lagi ruang bagi polemik maupun klaim ganda dalam tubuh PSHT.
“Seluruh jajaran IPSI diminta melaksanakan keputusan ini tanpa syarat,” demikian bunyi tegas dalam surat resmi tersebut.
Instruksi itu menjadi sinyal kuat bahwa keputusan PB IPSI bersifat final dalam konteks organisasi dan wajib dihormati seluruh elemen yang berada di bawah naungan IPSI.
Seruan Bersatu dan Jaga Marwah Organisasi
PB IPSI juga menyerukan seluruh warga PSHT di seluruh Indonesia untuk kembali menjunjung nilai persaudaraan, menghentikan konflik internal, dan menjaga kondusivitas demi marwah organisasi.
Selain itu, seluruh elemen PSHT diminta kembali fokus membangun prestasi dan membesarkan pencak silat Indonesia menuju target besar dunia internasional melalui program Pencak Silat Road to Olympic.
Keputusan ini menjadi momentum penting dalam sejarah organisasi PSHT dan dunia pencak silat nasional—bahwa di atas segala dinamika, hukum dan legitimasi organisasi tetap menjadi panglima tertinggi.( AS )



