Sinergi BSSN, APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO, dan YORINDO Dorong Transformasi Digital Manufaktur di Cikarang

Cikarang, GemaTipikor – Upaya percepatan transformasi digital sektor manufaktur terus diperkuat melalui kolaborasi lintas organisasi. Hal ini tercermin dalam gelaran roadshow nasional bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” yang berlangsung di Holiday Inn Jababeka,(Sabtu 18 April 2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 10 kota yang diinisiasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO DPK Kabupaten Bekasi, serta YORINDO Communication. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun cetak biru transformasi digital industri yang aman, efisien, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan manufaktur.
Direktur YORINDO Communication, Yolanda Roring, dalam sambutannya menegaskan bahwa Cikarang dipilih sebagai salah satu titik strategis karena perannya sebagai pusat industri manufaktur nasional. Ia menyebutkan bahwa roadshow ini menghadirkan pendekatan komprehensif, mulai dari kebijakan keamanan siber hingga implementasi kecerdasan buatan (AI).
Dukungan dari dunia usaha disampaikan oleh Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono, yang menekankan pentingnya pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas industri secara adil dan terukur. Menurutnya, transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi persaingan global.
Dari sisi keamanan, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, memaparkan konsep Autonomous Defense. Ia menjelaskan bahwa sistem pertahanan siber berbasis otomatisasi menjadi krusial untuk menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks dan cepat berkembang, khususnya dalam menjaga operasional industri manufaktur.
Sementara itu, Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Soegiharto Santoso, menyoroti pentingnya pembangunan digital backbone sebagai fondasi utama transformasi digital. Ia mengingatkan risiko black box syndrome apabila adopsi AI dilakukan tanpa transparansi dan kontrol yang memadai, serta menekankan pentingnya kedaulatan data melalui infrastruktur yang andal, baik on-premise maupun cloud lokal.
Acara ini juga menghadirkan berbagai solusi teknologi dari mitra industri. Wahyu M. Sun dari Smartnetindo memaparkan solusi infrastruktur digital end-to-end, diikuti oleh Yoppy Sundawa dari MSI yang menampilkan perangkat keras untuk industri, serta Niko Dedy Syarbaini dari Alibaba Cloud yang membahas implementasi AI di sektor manufaktur.
Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian melalui paparan pengelolaan limbah dan energi oleh Titin dari PT Solusi Amanilah Indonesia. Selain itu, penguatan sumber daya manusia disampaikan oleh Ika Noviani Pratiwi dari MAXY Academy, yang menekankan pentingnya people intelligence di era AI.
Puncak kegiatan diisi dengan workshop praktis yang dipandu oleh Agus Dedi Supriyadi, menghadirkan pelatihan langsung integrasi AI dan IoT menggunakan platform otomatisasi. Peserta dari kalangan industri manufaktur terlihat aktif mengikuti sesi ini sebagai bekal implementasi di lingkungan kerja masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi jejaring dan konsultasi bersama sejumlah vendor teknologi, seperti Alibaba Cloud, Smartnetindo, Asustor, dan Sawah Cybersecurity.
Secara keseluruhan, roadshow ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif nasional dalam memperkuat kesiapan industri menghadapi era kecerdasan buatan, sekaligus mendorong penerapan transformasi digital yang aman, efisien, dan berkelanjutan di berbagai sektor strategis Indonesia.
Editor: AH





