CEO GIC Resmikan Ghosun Iron Camp, Dorong Olahraga sebagai Sarana Pembinaan Generasi Muda

Bekasi, GemaTipikor – Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka pada Sabtu (30/5/2026) di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran sasana tinju tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus wadah pengembangan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif dan produktif.
Peresmian Ghosun Iron Camp ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh CEO GIC, Susanto, yang akrab disapa Ghosun. Acara berlangsung di gedung utama GIC dan dihadiri para pembina, penasihat, pelatih, wasit, hakim pertandingan, atlet, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur olahraga.
Dalam sambutannya, Susanto menyampaikan bahwa pendirian Ghosun Iron Camp merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung kemajuan olahraga tinju nasional. Menurutnya, keberadaan sasana yang dikelola secara profesional diharapkan dapat menjadi tempat lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin merangkul semua kalangan, terutama generasi muda. Di tengah berbagai tantangan sosial yang ada saat ini, olahraga dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk mengarahkan anak-anak muda kepada kegiatan yang positif,” ujar Susanto.
Ia menjelaskan bahwa selain pembinaan tinju, Ghosun Iron Camp juga akan menyediakan pelatihan berbagai cabang bela diri lainnya. Program tersebut ditujukan untuk membuka ruang pengembangan bakat sekaligus memberikan alternatif kegiatan yang konstruktif bagi masyarakat.
Menurutnya, sasana ini juga terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang membutuhkan pembinaan dan pendampingan agar terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkotika maupun tindakan kriminalitas.
“Kami berharap melalui olahraga, generasi muda dapat memiliki tujuan hidup yang lebih baik, meningkatkan disiplin, serta membuka peluang untuk meraih prestasi. Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membantu membentuk karakter yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty Sumakul, menyambut positif berdirinya Ghosun Iron Camp. Menurutnya, bertambahnya fasilitas pembinaan olahraga tinju akan memperkuat proses regenerasi atlet dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Pembukaan pusat latihan atau training center tinju ini merupakan langkah positif bagi pengembangan olahraga tinju ke depan. Melalui fasilitas seperti ini, peluang untuk menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial menjadi semakin besar,” ujar Berty.
Ia menilai keberadaan pusat latihan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial. Dengan demikian, semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakatnya secara terarah.
Menurut Berty, peserta pembinaan umumnya dapat mulai mengikuti latihan sejak usia sekitar 14 tahun. Selanjutnya, mereka dapat menempuh jenjang pembinaan sesuai regulasi organisasi olahraga yang berlaku hingga berpeluang memasuki program pembinaan atlet yang lebih tinggi.
Di DKI Jakarta, lanjutnya, terdapat program pembinaan atlet di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan yang membina atlet sejak tingkat SMA hingga lulus sekolah.
“Kehadiran training center seperti ini diharapkan dapat melengkapi sistem pembinaan yang sudah ada, sehingga proses pengembangan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan dari usia dini hingga mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan. Kehadiran Ghosun Iron Camp diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga tinju di Kabupaten Bekasi sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter dan prestasi bagi generasi muda.
Reporter: Ali Han




