NasionalTopik Terkini

HUT ke-80 Peradilan Militer, MA Tegaskan Pentingnya Integritas dan Transformasi Digital

Jakarta, GemaTipikor –  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Peradilan Militer menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun lembaga peradilan yang modern, profesional, dan berintegritas. Mengusung tema “Pengadilan Militer Tangguh, Integritas Teguh”, perayaan puncak digelar di Grand Ballroom Ijen Suites Resort & Convention, Malang, Jawa Timur, pada 14 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, jajaran pimpinan Mahkamah Agung, para Hakim Agung, pimpinan badan peradilan militer dan tata usaha negara, serta aparatur peradilan militer dari seluruh Indonesia.

Perayaan tidak hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi perjalanan panjang Peradilan Militer yang telah mengabdi selama delapan dekade dalam menegakkan hukum dan disiplin di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Acara diawali dengan penayangan video sejarah perkembangan Peradilan Militer, dilengkapi pertunjukan seni budaya dan atraksi kreatif yang ditampilkan oleh aparatur peradilan militer.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (Badilmiltun) dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 80 tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat kontribusi terhadap penegakan hukum nasional.
“Peradilan militer secara konsisten telah mengawal hukum militer, menegakkan disiplin prajurit, dan memastikan supremasi hukum tetap tegak di lingkungan TNI,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan capaian reformasi birokrasi yang menunjukkan tren positif. Saat ini, sekitar 65 persen satuan kerja peradilan militer telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sementara 17 persen lainnya berhasil memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung menjelaskan bahwa tema “Pengadilan Militer Tangguh, Integritas Teguh” mencerminkan dua nilai utama yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, ketangguhan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi tantangan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan tuntutan zaman.

“Pengadilan yang tangguh adalah pengadilan yang mampu bertransformasi menjadi lebih efisien, transparan, dan modern,” kata Sunarto.
Ia menekankan bahwa integritas merupakan ruh utama lembaga peradilan. Tanpa integritas, ketangguhan hanya akan menjadi kekuatan tanpa arah. Sebaliknya, ketangguhan yang dibangun di atas integritas akan melahirkan kepercayaan publik serta legitimasi yang kuat terhadap lembaga peradilan.

Ketua MA juga mengingatkan seluruh hakim dan aparatur peradilan militer untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, profesionalisme, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan hukum yang semakin kompleks.

“Aparatur pengadilan militer harus menjaga integritas untuk mewujudkan lembaga yang modern dan profesional, tangguh menghadapi perubahan, teguh menjaga integritas, serta konsisten menegakkan hukum dan keadilan demi terwujudnya badan peradilan yang agung,” tegasnya.

Peringatan 80 tahun Peradilan Militer ini menjadi penanda penting bahwa reformasi kelembagaan dan penguatan integritas tetap menjadi agenda utama dalam menghadapi tantangan peradilan di era digital. Dengan pengalaman delapan dekade, Peradilan Militer diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Reporter: Ali Han
Humas MA

Related Articles

Back to top button