Kedunggalar Tancap Gas Wujudkan Ngawi Lumbung Pangan Nasional
Musrenbang RKPD 2026 Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Rakyat

Ngawi I GemaTipikor – Kecamatan Kedunggalar menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2026, Kamis (12/2/2025), di Pendopo Kecamatan Kedunggalar.
Mengusung tema “Mewujudkan Ngawi sebagai Lumbung Pangan Nasional yang Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan,” forum strategis tahunan ini menjadi titik temu antara aspirasi masyarakat desa dan arah kebijakan pembangunan daerah. Musrenbang digelar serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Ngawi dan terhubung secara virtual dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, serta disiarkan secara langsung guna menjamin transparansi dan partisipasi publik yang lebih luas.

Camat Kedunggalar, Dr. Arsad Ragandhi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan 2026 tidak sekadar berorientasi pada fisik, melainkan pada penguatan sistem dan ekosistem kemandirian masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun fondasi kemandirian. Kedunggalar memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak Ngawi sebagai lumbung pangan nasional yang disegani,” tegasnya.
Fokus Infrastruktur Pangan dan SDM
Arah pembangunan 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur penunjang sektor pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis desa. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, mulai dari pemerintah desa, lembaga perwakilan, hingga unsur keamanan wilayah.
Turut hadir dalam forum tersebut Kapolsek Kedunggalar AKP Karno S.H, Danramil Kedunggalar Kapten Inf. Jumadi, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kedunggalar, Ketua BPD, serta jajaran penggerak PKK.
Namun demikian, tidak tampak kehadiran satu pun anggota DPRD dari Daerah Pemilihan 6 (Kedunggalar–Paron), sebuah catatan yang menjadi perhatian publik dalam momentum strategis perencanaan pembangunan wilayah.

Musrenbang Lebih Inklusif dan Membumi
Berbeda dari tahun sebelumnya, Musrenbang kali ini tampil lebih inklusif. Pelataran pendopo disulap menjadi ruang produktif melalui Bazar UMKM, menampilkan puluhan produk unggulan desa sebagai simbol konkret dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.
Kepedulian sosial juga dihadirkan melalui Layanan Kesehatan Gratis bagi warga yang hadir. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Transparansi Berbasis Digital
Sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan, seluruh rangkaian kegiatan disiarkan secara live streaming. Upaya ini memastikan masyarakat tetap dapat mengakses informasi pembangunan secara terbuka, meski tidak hadir secara fisik.
Melalui Musrenbang RKPD 2026 ini, Kecamatan Kedunggalar meneguhkan langkah strategis menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. Sinergi pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi kontribusi nyata Kedunggalar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan semangat pelayanan “Ngawi Ramah”, Kedunggalar tidak sekadar merancang program—melainkan membangun masa depan berbasis potensi dan kekuatan rakyatnya.(AS)





