NasionalPemerintahanTopik Terkini

7 Pesan Ketua MA kepada Hakim di Puncak HUT ke-73 IKAHI

Jakarta, GemaTipikor – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) digelar di Balairung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Rabu (22/4/2026). Acara bertema “Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera” ini dibuka langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Sunarto.

Dalam sambutannya, Sunarto menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama bagi otoritas lembaga peradilan. Tanpa kepercayaan tersebut, kewenangan hakim hanya akan bersifat formal dan kehilangan legitimasi sosial.

“Tanpa kepercayaan publik, kewenangan yang kita miliki hanya akan bersifat formal, tetapi kehilangan legitimasi sosial yang menjadi ruh dari peradilan,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri para purnabakti Ketua Mahkamah Agung, pimpinan lembaga peradilan, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang hukum. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan nilai dan komitmen dalam menjaga marwah peradilan.

Tujuh Pesan Kunci

Dalam pidatonya, Ketua MA menyampaikan tujuh pesan utama kepada para hakim:

Pertama, pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama peradilan.

Kedua, membangun sosok hakim terpercaya melalui integritas moral, independensi, imparsialitas, profesionalitas, kompetensi, serta akuntabilitas dan transparansi.

Ketiga, penerapan humanisme yudisial, yakni pendekatan hukum yang mengedepankan nilai kemanusiaan agar putusan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga keadilan substantif.

Keempat, menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur secara ekonomi, tetapi juga melalui akses terhadap keadilan, perlindungan hak, dan kepastian hukum.

Kelima, adanya hubungan erat antara hakim terpercaya dan kesejahteraan masyarakat. Kepercayaan terhadap hakim akan memperkuat kepatuhan hukum dan menciptakan ketertiban sosial.

Keenam, menyoroti peran IKAHI sebagai pilar moral hakim. Dengan jaminan kesejahteraan yang telah diberikan negara, penyimpangan dinilai tidak lagi dapat dibenarkan sebagai kebutuhan, melainkan bentuk keserakahan dan penyalahgunaan kesempatan.

Ketujuh, mengingatkan para hakim, khususnya pimpinan pengadilan, untuk menjalankan amanah dengan rendah hati, penuh kehati-hatian, dan tanggung jawab moral.

Sebagai peneguhan, Ketua MA juga menyampaikan tiga komitmen utama yang harus dijaga bersama, yakni menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, dan menghadirkan putusan yang berkualitas.

Peringatan HUT IKAHI ke-73 ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi para hakim di seluruh Indonesia. Tema yang diangkat menegaskan keterkaitan antara kepercayaan terhadap lembaga peradilan dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, IKAHI diharapkan terus berperan sebagai pilar moral yang menjaga integritas dan kualitas peradilan.

Dirgahayu IKAHI ke-73. Jayalah Hakim Indonesia, Jayalah Peradilan Indonesia.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button