Berita PilihanDaerah

Ratusan Ternak Sapi Di Ngawi Terserang Wabah Mengganas PMK

NGAWI,Gematipikor.com – Beberapa peternak sapi Di Kabupaten Ngawi mengalami kerugian puluhan juta , akibat ternak sapi nya dilanda wabah penyakit mulut dan kuku atau di sebut PMK. Banyak peternak yang mana sapi nya mati secara tiba tiba dengan kondisi mengeluarkan air liur yang sangat banyak
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, mengatakan pihaknya telah menerima ratusan kasus wabah PMK di Kabupaten Ngawi.

Eko menyampaikan, wabah PMK tersebut tidak hanya menyerang di satu peternakan saja, melainkan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi.
“(Kecamatan) Bringin, Geneng, Gerih, Widodaren, Kedunggalar, dan Karang Anyar. (Kecamatan) Paron baru hari ini melaporkan, baru 1 desa, (Kecamatan) Pitu itu belum ada,” ucapnya.
Eko mengaku bahwa pihaknya telah memberikan pemahaman kepada peternak yang hewan ternaknya terjangkit PMK agar lebih menjaga kebersihan dan rutin memberikan vitamin.

“Ada 277 sapi yang saat ini terkena virus PMK. Dari jumlah itu, 13 di antaranya mati,” kata Yudo, Senin (30/12/2024).
Untuk menekan penyebaran wabah PMK, DPP Ngawi melakukan pengetatan arus hewan ternak dengan penyekatan di pintu masuk Pasar Hewan Ngawi.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah belum mengalokasikan lagi vaksin ternak. Sehingga, ia meminta kepada para peternak untuk melakukan vaksin secara swadaya sementara ini.
Terkait stok vaksin PMK, Yudo menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah pusat belum menurunkan vaksin PMK yang baru.

“Memang kemarin sampai Oktober sudah kedaluwarsa diharapkan para peternak melakukan vaksin mandiri,” ungkapnya.
“Kita ada petugas dinas ini veteriner 12 orang, paramedik 2 orang, kemudian ada 32 praktik mandiri untuk peternak bisa menghubungi praktik mandiri secara swadaya,” tambahnya.

Eko mengatakan, pihaknya saat ini mulai melakukan penyekatan terhadap sapi-sapi yang berasal dari luar daerah untuk menekan penularan PMK.

Merebaknya PMK di Ngawi menjadi tantangan besar bagi para peternak yang bergantung pada sapi sebagai sumber pendapatan utama. Meski begitu, DPP Ngawi terus berupaya melakukan penanganan agar wabah ini tidak semakin meluas.(AS)

Related Articles

Back to top button