Hukrim

Diduga Terkait Sengketa Tanah, Satu Keluarga Jadi Korban Pengeroyokan di Pontianak Selatan

Pontianak I GemaTipikor – Insiden dugaan pengeroyokan dialami satu keluarga di Jalan Ketapang, Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 12.06 WIB. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konflik sengketa tanah yang saat ini masih dalam proses hukum perdata.
Salah satu korban sekaligus saksi, Putri Luwita (21), mahasiswa, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat keluarganya selesai beraktivitas berjualan dan tengah membereskan barang dagangan. Tiba-tiba, sekelompok orang yang tidak dikenal datang dan langsung merobek baliho yang terpasang di lokasi.
“Baliho itu berisi lafaz Lailahaillallah. Kami mempertahankannya dan bertanya mengapa disobek. Namun justru terjadi keributan,” ujar Putri saat memberikan keterangan.


Putri menyebutkan, sekelompok orang tersebut kemudian melakukan penyerangan secara fisik. Salah satu anggota keluarganya ditarik dan dipukul secara bersama-sama. Para pelaku mengaku sebagai pihak yang telah membeli atau menyewa rumah di sebelah lokasi kejadian, namun korban mengaku tidak mengenal mereka sebelumnya.
Menurut Putri, sengketa tanah memang telah berlangsung sebelumnya dan sudah masuk ranah perdata. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan penyerangan dilakukan secara tiba-tiba oleh beberapa orang tanpa adanya penyelesaian hukum di tempat.
“Korban sementara ada tujuh orang. Ayah saya, Teguh, saat ini dirawat di rumah sakit karena memiliki riwayat sakit jantung. Ibu saya, Ita, juga menjadi korban setelah tertimpa sepeda motor dan didorong oleh pelaku,” jelasnya.
Putri sendiri mengalami luka di bagian tangan dan kaki saat berusaha melerai. Selain itu, tiga anggota keluarga lainnya telah dibawa ke Polresta Pontianak untuk membuat laporan resmi. Hingga berita ini diturunkan, sebagian korban belum menjalani visum medis.


Tak hanya kekerasan fisik, para korban juga mengaku mengalami ancaman verbal. “Kami sempat diancam, disuruh menunggu di luar. Kami sangat takut, karena mayoritas yang ada di lokasi adalah perempuan,” ungkap Putri dengan nada cemas.
Dalam insiden tersebut, sejumlah kursi dan perabot di lokasi dilaporkan dirusak dan dilempar ke arah korban. Dugaan adanya rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian juga disebutkan oleh warga setempat.
Atas kejadian ini, korban memohon perlindungan serta keadilan dari aparat penegak hukum dan pemerintah. Mereka berharap kasus ini dapat ditangani secara serius agar tidak terulang kembali.
“Kami hanya mencari nafkah dan mempertahankan hak keluarga kami, hak orang tua dan leluhur kami. Kami meminta keadilan dan perlindungan hukum,” pungkas Putri.
Salah satu korban lainnya yang turut tercatat dalam peristiwa ini adalah Tengku Tesya. Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.(TIM)

Related Articles

Back to top button