Menkeu Pimpin Sidang Debottlenecking ke-5, Bahas Hambatan Impor dan Investasi

Jakarta, GemaTipikor – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Debottlenecking ke-5 yang digelar di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (13/03). Sidang ini difokuskan pada pembahasan berbagai hambatan administratif yang menghambat kegiatan impor dan investasi di sejumlah sektor strategis,(Sabtu 28 Maret 2026).
Pada agenda pertama, dibahas perizinan impor bahan peledak berupa ammonium nitrat oleh PT Samator Indo Gas Tbk. Bahan tersebut digunakan sebagai komponen dalam produksi gas N₂O atau gas bius yang memiliki peran penting dalam layanan medis. Proses perizinan yang kompleks dinilai menjadi kendala dalam kelancaran distribusi bahan tersebut.
Agenda kedua menyoroti kendala dalam proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia serta Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI melalui Sistem Informasi Industri Nasional. Tiga perusahaan, yakni PT Nakshatra Exim International, PT Eleganza Tile Indonesia, dan PT Kairos Indah Sejahtera, menyampaikan aduan terkait lamanya proses dan hambatan teknis dalam pengurusan sertifikasi tersebut.
Sementara itu, agenda ketiga membahas laporan dari PT Galang Bumi Industri terkait belum terbitnya Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Dokumen tersebut menjadi prasyarat penting dalam mendukung proyek Proyek Strategis Nasional di kawasan Batam, sekaligus berpengaruh terhadap realisasi investasi di wilayah tersebut.
Melalui forum debottlenecking ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan birokrasi dan administratif. Langkah ini diharapkan mampu mendorong iklim investasi yang lebih kondusif serta meningkatkan efisiensi kegiatan industri secara berkelanjutan.
(AH)





