NasionalPemerintahan

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Ikuti Sosialisasi Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

Jakarta, GemaTipikor – Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Dr. Joni, S.H., M.H., bersama jajaran hakim tinggi, hakim ad hoc tindak pidana korupsi, serta hakim yustisial, mengikuti kegiatan sosialisasi seleksi dan penjaringan calon Hakim Agung serta calon Hakim Ad Hoc Hak Asasi Manusia (HAM) dan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia,(Kamis, 9 April 2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting tersebut menghadirkan narasumber Dwiarso Budi Santiarto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan berbasis integritas guna menghasilkan hakim agung dan hakim ad hoc yang berkualitas serta berintegritas tinggi.

Menurut Dwiarso, kebutuhan akan figur hakim yang profesional dan berintegritas semakin mendesak di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap lembaga peradilan. Ia menegaskan bahwa proses seleksi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya strategis untuk menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

“Seleksi ini harus menjadi momentum untuk menghadirkan hakim-hakim yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki rekam jejak integritas yang kuat. Tanpa integritas, keadilan akan kehilangan maknanya,” ujarnya.

Sosialisasi ini juga membahas berbagai persyaratan, tahapan seleksi, serta mekanisme penjaringan calon hakim agung dan hakim ad hoc. Para peserta diberikan pemahaman mendalam terkait kriteria yang harus dipenuhi, termasuk aspek integritas, independensi, profesionalitas, serta komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan.

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Dr. Joni, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini penting sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan, sekaligus memastikan bahwa proses seleksi berjalan secara objektif dan bebas dari intervensi.

“Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi para hakim untuk memahami secara utuh mekanisme seleksi serta nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dalam proses tersebut. Integritas dan independensi adalah fondasi utama yang tidak boleh ditawar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Joni menegaskan bahwa Pengadilan Tinggi Jakarta mendukung penuh upaya Mahkamah Agung dalam menghadirkan sistem seleksi yang bersih dan transparan. Ia juga mendorong para hakim yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam proses seleksi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat lembaga peradilan.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi lebih dalam terkait proses seleksi. Diskusi yang berkembang mencerminkan tingginya antusiasme dan kesadaran para hakim akan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan karier di dunia peradilan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan lahir calon-calon hakim agung dan hakim ad hoc yang tidak hanya kompeten secara hukum, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Mahkamah Agung dalam memperkuat kepercayaan publik serta mewujudkan sistem peradilan yang bersih dan berwibawa.

Dengan semakin terbukanya proses seleksi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya integritas, lembaga peradilan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta menjadi pilar utama dalam menegakkan supremasi hukum di Indonesia.

(AH)

Related Articles

Back to top button