Sekretaris Badilag Ajak Aparatur Peradilan Bangun Lingkungan Kerja Positif

Pontianak, GemaTipikor – Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., memberikan pembinaan kepada jajaran peradilan agama se-Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Sekretaris Ditjen Badilag mengapresiasi langkah PTA Pontianak yang dinilai aktif membangun sinergi dengan berbagai lembaga eksternal. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mewujudkan peradilan modern yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama bagi seluruh aparatur peradilan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan hanya dapat dijaga melalui komitmen moral, profesionalisme, dan pelayanan yang bersih.
“Integritas adalah modal utama yang harus dijaga oleh setiap aparatur peradilan,” ujarnya dalam pembinaan tersebut.
Selain menekankan pentingnya integritas, Arief Hidayat juga membagikan pesan motivasi yang disebutnya sebagai “resep bahagia” dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan. Pesan tersebut meliputi pentingnya berhusnuzon atau berpikir positif terhadap keadaan, tidak mudah berkeluh kesah dalam menghadapi tantangan, serta memilih lingkungan dan teman yang mampu memberikan inspirasi positif.
Menurutnya, suasana kerja yang sehat dan penuh semangat akan terbentuk apabila setiap individu mampu menjaga pola pikir positif dan membangun hubungan kerja yang saling mendukung.
Para peserta pembinaan menyambut baik arahan tersebut. Mereka menilai pesan yang disampaikan tidak hanya memperkuat semangat profesionalisme, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang nilai-nilai moral dan etika dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan pembinaan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan peradilan agama di wilayah Kalimantan Barat melalui peningkatan integritas, kolaborasi, dan budaya kerja yang produktif serta humanis.
Editor: AH
Sumber: Helen Sabrina Efendi



