NasionalTopik Terkini

Dugaan Transaksi Narkoba di Tanah Abang Tuai Sorotan, GANN Desak Mabes Polri Bertindak

Jakarta, GemaTipikor – Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memicu keresahan publik setelah memperlihatkan dugaan aktivitas transaksi narkoba jenis sabu-sabu di kawasan padat penduduk sekitar pinggir rel kereta api wilayah Gedung Ijo (GI), tepatnya di Jalan Jati Baru Raya dan Jalan K.H. Mas Mansyur, kawasan Jakarta.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah individu melakukan aktivitas mencurigakan dengan pola yang diduga terorganisir. Mereka terlihat datang secara bergantian, melakukan interaksi singkat, lalu segera meninggalkan lokasi. Dugaan transaksi berlangsung cepat dengan barang berukuran kecil yang disebut-sebut diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi.

Lokasi yang dipenuhi bangunan semi permanen dan berada di sekitar rel kereta api diduga dimanfaatkan sebagai titik transaksi karena dianggap minim pengawasan. Beberapa orang dalam rekaman tampak waspada dan sesekali memperhatikan situasi sekitar sebelum melakukan aktivitas yang dicurigai sebagai transaksi narkotika.

Warga sekitar menyebut kawasan tersebut telah lama dikaitkan dengan dugaan peredaran narkoba. Bahkan, menurut informasi yang berkembang di masyarakat, pernah terjadi insiden pada Desember 2025 hingga Januari 2026 ketika seorang pria yang diduga terkait aktivitas narkoba tertabrak kereta api di area yang sama, yang disebut masuk dalam aset PT Kereta Api Indonesia.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait keaslian video, waktu kejadian, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Aktivis Generasi Anti Narkoba dan Narkotika (GANN) mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap dugaan jaringan narkoba yang disebut beroperasi di kawasan Tanah Abang.

Ketua GANN, Jefrin, menyatakan pihaknya meminta aparat segera melakukan penindakan dan pemberantasan terhadap dugaan kartel narkoba di wilayah tersebut.

> “Kami mendesak Mabes Polri untuk segera memberantas kartel narkoba di Tanah Abang. Jika aparat penegak hukum tidak segera bertindak, kami akan melakukan aksi demonstrasi di depan Mabes Polri demi mensterilkan ibu kota dari barang haram,” ujarnya.

 

Selain itu, GANN juga meminta evaluasi terhadap kinerja jajaran kepolisian wilayah hukum Jakarta Pusat, termasuk Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Kasat Narkoba, yang dinilai belum maksimal dalam memberantas dugaan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Situasi ini kembali menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat, bahkan di wilayah padat aktivitas ekonomi dan permukiman. Masyarakat berharap aparat segera melakukan penyelidikan mendalam, memberikan klarifikasi resmi, serta mengambil langkah tegas guna memutus mata rantai peredaran narkoba di ibu kota.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button