NasionalTopik Terkini

Kelola Limbah Kelapa Jadi Cocopeat, Masyarakat Didorong Bangun Ekonomi Hijau

Jakarta, GemaTioikor – Limbah sabut kelapa muda yang selama ini kerap menumpuk di sekitar lapak pedagang kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis berupa cocopeat, media tanam ramah lingkungan yang banyak digunakan dalam sektor pertanian dan hortikultura.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh pelaku usaha Oktaryo Bekramada, yang mengumpulkan sabut kelapa bekas dari para pedagang untuk diolah menjadi cocopeat. Produk ini dikenal memiliki kemampuan menyimpan air yang baik, menjaga kelembapan tanah, serta mendukung pertumbuhan akar tanaman sehingga banyak dimanfaatkan dalam budidaya tanaman hias, hortikultura, hingga pertanian modern.

Menurut Oktaryo, pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat merupakan langkah nyata dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Sabut kelapa yang selama ini dianggap sampah ternyata memiliki potensi besar. Dengan diolah menjadi cocopeat, limbah dapat berkurang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan cocopeat di sektor pertanian dan perkebunan membuka peluang usaha yang menjanjikan. Selain mendukung praktik pertanian berkelanjutan, pemanfaatan limbah kelapa juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai.

Semangat serupa juga terlihat di RW 03 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, warga setempat mengolah limbah batok dan serabut kelapa menjadi cocopeat yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Saat meninjau lokasi pengolahan, Imran, Lurah Pulo Gebang, mengapresiasi inisiatif warga dalam mengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.

“Batok kelapa merupakan salah satu limbah yang meskipun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menambah volume sampah apabila tidak dikelola dengan baik,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan bentuk nyata integritas sosial dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan ekonomi produktif.

Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih produktif, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pengolahan limbah yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dapat menjadi langkah konkret menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.

Reporter: Ali Han

Related Articles

Back to top button