Transmigrasi Konawe Selatan Berkontribusi Besar bagi Ekonomi Daerah, Sinergi Jadi Kunci
Jakarta, GemaTipikor – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan pentingnya sinergi antarkementerian dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi. Penegasan itu disampaikan saat menerima audiensi Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo di Gedung Makarti, Kompleks Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Rabu (8/7).
Dalam pertemuan tersebut, Irham Kalenggo menyampaikan bahwa program transmigrasi yang telah berlangsung sejak 1968 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan Konawe Selatan. Menurutnya, kawasan transmigrasi berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sektor pertanian, sementara sekitar 55 persen aktivitas ekonomi daerah bertumpu pada sektor tersebut.
Dari 25 kecamatan di Konawe Selatan, sebanyak 15 kecamatan memiliki kawasan transmigrasi yang kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus penopang kebutuhan pangan, termasuk bagi Kota Kendari.
Meski demikian, Irham mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, seperti kondisi jalan antardesa yang belum memadai, fasilitas pendidikan yang memerlukan rehabilitasi, pasar yang belum representatif, hingga kebutuhan pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih.
Menanggapi hal tersebut, Viva Yoga menyatakan Kementerian Transmigrasi berkomitmen mendukung pengembangan kawasan transmigrasi, namun pelaksanaannya memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Ia menjelaskan, di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 11 kawasan transmigrasi yang tersebar di sejumlah kabupaten, termasuk Konawe Selatan dengan kawasan transmigrasi di Kolono dan Tinanggea. Menurutnya, kawasan-kawasan tersebut telah berkembang menjadi sentra pertanian sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Selain pembangunan infrastruktur, Viva Yoga juga menyoroti penyelesaian sertifikasi lahan transmigrasi. Dari target 1.588 bidang tanah yang akan diterbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM), hingga kini baru 708 bidang yang telah tersertifikasi, sementara 880 bidang lainnya ditargetkan segera diselesaikan.
Menurutnya, percepatan sertifikasi lahan memerlukan kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sementara pembangunan jalan, jembatan, serta rehabilitasi sekolah membutuhkan sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Viva Yoga menambahkan, Kementerian Transmigrasi saat ini juga tengah menjalankan program rehabilitasi sekolah di kawasan transmigrasi bersama Kemendikdasmen. Program tersebut dinilai dapat mencakup sekolah-sekolah di kawasan transmigrasi Konawe Selatan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarkementerian merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pembangunan, sehingga kawasan transmigrasi dapat terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Ali Han





