Efisiensi vs Integritas: Refleksi Etika Profesional dari Ketum FORSIMEMA

Jakarta, GemaTipikor – Ketua Umum FORSIMEMA, Syamsul Bahri, menegaskan pentingnya keseimbangan antara efisiensi dan integritas dalam menjalankan peran organisasi, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan publik dan supremasi hukum,( Senin, 13 April 2026).
“Efisiensi adalah tentang melakukan sesuatu dengan benar (doing things right), namun integritas adalah tentang melakukan hal yang benar (doing the right thing),” ujarnya dalam refleksi yang disampaikan di Jakarta.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai pengingat mendalam mengenai etika profesional. Menurutnya, efisiensi dan integritas merupakan dua hal yang berbeda namun saling melengkapi dalam praktik organisasi modern.
Efisiensi, jelas Syamsul, berkaitan dengan aspek teknis seperti optimalisasi sumber daya, kepatuhan terhadap prosedur, serta pencapaian hasil secara cepat dan tepat. Dalam konteks media maupun lembaga hukum, efisiensi menjadi penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan operasional, terutama di tengah tantangan ekonomi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa integritas memiliki dimensi yang lebih luas. Integritas menyangkut prinsip moral, kejujuran, serta keberanian untuk mengambil keputusan yang benar, meskipun tidak selalu mudah atau menguntungkan secara praktis.
“Bukan hanya soal bagaimana sesuatu dilakukan, tetapi apa yang dilakukan dan mengapa itu dilakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, integritas juga mencakup komitmen terhadap keadilan dan transparansi, termasuk menjaga akuntabilitas publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Dalam pandangannya, sinergi antara efisiensi dan integritas menjadi kunci bagi organisasi yang ingin tetap relevan dan dipercaya. Organisasi yang efisien tanpa integritas berisiko kehilangan legitimasi, sementara integritas tanpa efisiensi dapat menghambat efektivitas kerja.
Pesan ini, menurut Syamsul Bahri, menjadi sangat relevan di tengah upaya berbagai lembaga untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa dalam setiap upaya mencapai kemajuan dan kesejahteraan lembaga, nilai-nilai kebenaran tidak boleh dikompromikan.
Editor:AH
Penulis: Syamsul Bahri
Sumber: Pinisi.co.id





