Gebyar BUMDesma DAPM Kabupaten Ngawi 2025, Ajang Pemersatu dan Penggerak Ekonomi Desa

Ngawi, gematipikor.com – Semangat pemberdayaan ekonomi pedesaan kembali ditunjukkan dalam Gebyar BUMDesma DAPM Kabupaten Ngawi 2025 yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 19–20 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan akbar ini menjadi ajang silaturahmi, kolaborasi, dan apresiasi bagi para pengelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) se-Kabupaten Ngawi. Sebanyak 19 kecamatan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menampilkan inovasi dan potensi unggulan masing-masing wilayah.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi, Bapak Kabul Tunggul Winarno, S.IP. Keduanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang dinilai menjadi sarana penguatan kelembagaan ekonomi desa secara menyeluruh.

Ketua Panitia Gebyar BUMDesma DAPM 2025, Untung Budi, menyampaikan kepada media, menekankan pentingnya momentum ini untuk mempererat jaringan antarBUMDesma dan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha desa.
> “Sebanyak 19 kecamatan yang hadir hari ini menunjukkan bahwa desa-desa di Ngawi memiliki semangat besar untuk tumbuh bersama. Gebyar ini bukan hanya pameran, tapi wujud kebangkitan ekonomi desa,” ujar Untung Budi.
Acara ini diwarnai dengan pameran produk-produk unggulan BUMDesma, talkshow pemberdayaan ekonomi desa, hiburan rakyat, serta diskusi interaktif bersama pemangku kebijakan dan pelaku usaha mikro desa.
Bupati Ngawi dalam arahannya menekankan bahwa BUMDesma dan DAPM harus menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
> “Pembangunan desa yang berkelanjutan dimulai dari penguatan ekonomi warganya. Inisiatif seperti ini harus terus didorong agar desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan mandiri,” kata Bupati Ony.
Kegiatan Gebyar BUMDesma DAPM 2025 ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin mempererat jejaring desa dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.(Bambang)





