NasionalTopik Terkini

Sinergi Lintas Sektor Angkutan Lebaran 2026, Menhub Dudy: Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan

Jakarta, GemaTipikor – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang diselenggarakan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (2/3). Rapat tersebut menjadi forum konsolidasi antar kementerian dan lembaga dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Dalam keterangannya, Menhub Dudy menegaskan pentingnya penyamaan persepsi serta penguatan kesiapsiagaan bersama menghadapi periode Angkutan Lebaran yang dinilai kompleks dan berisiko tinggi.

“Rapat lintas sektor ini kita laksanakan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesiapsiagaan bersama menghadapi Angkutan Lebaran yang kompleks dan berisiko tinggi agar dapat berjalan lancar,” ujar Dudy.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan akan berfokus pada pengaturan operasional transportasi, penyediaan kapasitas sarana dan prasarana, serta pengawasan keselamatan di seluruh moda. Dukungan pengamanan dan manajemen lalu lintas menjadi bagian penting dari sinergi dengan Polri, khususnya dalam pengaturan, rekayasa lalu lintas, dan penegakan hukum selama arus mudik dan balik.

Antisipasi kepadatan menjadi perhatian utama, terutama di simpul-simpul transportasi strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta akses jalan utama. Pemerintah menekankan perlunya manajemen kendaraan masuk dan keluar kawasan transportasi serta memastikan kesiapan angkutan lanjutan (feeder).

Dalam upaya memperkuat pengendalian, Kemenhub menerapkan sistem operasi berbasis digital. Pemantauan dilakukan melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, pengawasan pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, layanan pengaduan masyarakat, hingga integrasi data fasilitas pendukung antar lembaga.

Secara total, terdapat 7.159 titik pantauan CCTV yang bekerja sama dengan BUMN dan pihak swasta. Sistem ini diperkuat dengan informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Digitalisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional,” kata Dudy.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

Selain itu, hadir pula Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Muhammad Syafii, serta perwakilan BUMN sektor transportasi dan energi.

Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan, baik dari sisi kepadatan arus, kecelakaan lalu lintas, hingga dampak cuaca ekstrem. Pemerintah menilai soliditas perencanaan dan respons cepat di lapangan menjadi kunci agar mobilitas masyarakat selama Lebaran dapat berlangsung aman dan terkendali.

(AH)

Related Articles

Back to top button