Sinlamba Batavia Halal Bihalal di Sunter, Siapkan Agenda Budaya dan Ekspansi Internasional

Jakarta, GemaTipikor – Sanggar Sinlamba Batavia menggelar kegiatan halal bihalal pada Minggu, 19 April 2026 di kawasan Sunter Pulo Besar, RT 004 RW 011, Sunter Jaya, Tanjung Priok. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyusun langkah strategis pengembangan organisasi pasca-Idulfitri.
Acara dihadiri pembina sanggar Haji Ahmad Mukhlis, pembina cabang Gunung Sahari Selatan Eman Roheman, Ketua Umum Erfan Pratama, serta Ketua Cabang Gunung Sahari Selatan Anca, bersama para siswa dari berbagai cabang.
Dalam sambutannya, Haji Ahmad Mukhlis menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai fondasi utama pembinaan. Ia menyebut silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya dan membina generasi muda.
Pandangan serupa disampaikan Eman Roheman yang menyoroti pentingnya regenerasi di tingkat cabang. Menurutnya, pembinaan harus berkelanjutan agar peserta didik tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kecintaan terhadap budaya Betawi.
Sanggar Sinlamba Batavia selama ini dikenal aktif mengajarkan jurus silat khas Betawi, seperti Sitembak dan Cingkrik kombinasi. Kedua jurus tersebut menjadi identitas dalam proses latihan sekaligus bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal.
Ke depan, sejumlah agenda telah disusun. Pada pertengahan Mei 2026, akan dilakukan penyempurnaan jurus Cingkrik kombinasi panjang, khususnya bagi siswa cabang Gunung Sahari Selatan, dengan bimbingan pelatih utama.
Selain itu, pada Juli 2026, sanggar dijadwalkan menggelar “Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid II”, melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi budaya Betawi bagi publik yang lebih luas.
Dalam waktu dekat, tepatnya 24 April 2026, Sinlamba Batavia juga akan tampil di Hotel Ibis Pademangan atas undangan AIESEC. Penampilan tersebut dinilai sebagai peluang memperkenalkan seni bela diri Betawi ke lingkungan yang lebih beragam, termasuk audiens internasional.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Sinlamba Batavia menunjukkan upaya konsisten dalam menjaga eksistensi sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus pembinaan generasi muda di tengah dinamika perkotaan.
Editor:AH





