NasionalPendidikan

Wamendikdasmen Dorong Kolaborasi Sekolah, Guru, dan Masyarakat untuk Generasi Emas

Jakarta, GemaTipikor – Jumat 24 April 2026. Penguatan kualitas pembelajaran menjadi inti transformasi pendidikan nasional dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia di Universitas Majalengka, Jawa Barat, Selasa (21/4).

Dalam paparannya, Fajar menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus berfokus pada peningkatan kualitas proses pembelajaran yang mampu memperkuat kompetensi dasar peserta didik, khususnya literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis. Ia menilai, pemahaman yang utuh terhadap capaian belajar menjadi landasan penting agar setiap kebijakan dan intervensi pendidikan tepat sasaran.

“Transformasi pendidikan perlu ditopang oleh pemahaman yang utuh terhadap capaian belajar peserta didik, sehingga langkah perbaikan yang dilakukan benar-benar efektif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem asesmen pembelajaran. Menurutnya, asesmen yang akurat dapat memberikan gambaran kondisi riil kemampuan siswa, sekaligus menjadi dasar dalam merancang strategi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Lebih jauh, Fajar menekankan peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader). Kepala sekolah dinilai tidak hanya bertanggung jawab pada aspek administratif, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas di satuan pendidikan.

“Peran kepala sekolah sangat menentukan arah transformasi pendidikan di sekolah. Mereka adalah penggerak utama ekosistem pembelajaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepala sekolah perlu aktif melakukan pembinaan terhadap guru, mendorong pengembangan profesional berkelanjutan, serta memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Selain itu, penguatan budaya kolaborasi juga menjadi sorotan. Fajar mendorong terbentuknya komunitas pembelajaran antarpendidik, termasuk melalui organisasi profesi seperti AKSI, sebagai ruang berbagi praktik baik dan solusi atas berbagai tantangan pendidikan.

“Transformasi pendidikan membutuhkan budaya belajar bersama. Kepala sekolah perlu saling berbagi pengalaman dan strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” tambahnya.

Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dinilai sebagai bagian integral dari transformasi pendidikan. Guru didorong untuk terus meningkatkan kapasitas profesionalnya secara terencana dan berkesinambungan.

Tak kalah penting, Fajar mengingatkan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri di lingkungan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi elemen krusial dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun fondasi pendidikan yang kokoh,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mendorong transformasi pendidikan sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan penguatan kualitas pembelajaran, kepemimpinan pendidikan yang efektif, dan kolaborasi yang solid, kita optimistis dapat mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button