Daerah

Pemdes Sidomakmur Realisasikan BK Sarpras 2025

Bangun TPT Strategis Demi Keamanan Jalan dan Pemberdayaan Warga

Ngawi I Gema Tipikor  – Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomakmur, Kecamatan Widodaren,Kabupaten Ngawi, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur jalan dengan merealisasikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Proyek ini didanai melalui Bantuan Keuangan (BK) Sarana dan Prasarana (Sarpras) tahun 2025.

Kepala Desa Sidomakmur, Sunardi S.Pd,  mengungkapkan bahwa pembangunan TPT ini merupakan langkah strategis untuk mengamankan badan jalan, terutama di lokasi yang rawan longsor atau tergerus air.

“Realisasi BK Sarpras tahun 2025 ini kami fokuskan untuk pembangunan TPT di titik krusial yang selama ini berpotensi membahayakan pengguna jalan dan merusak struktur jalan desa,” ,” ujar Sunardi S.Pd saat ditemui pada Kamis, (20/12/2025).

Proyek pembangunan TPT dengan volume 85 meter di Dusun Kasihan, yang didanai BK Sarpras Kabupaten Ngawi Tahun 2025 senilai Rp 100.000.000,- ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan.

Sunardi S.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek ini sepenuhnya dipercayakan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa babadan, namun dengan satu penekanan penting: pelibatan aktif masyarakat setempat.

“Proyek ini dilaksanakan oleh TPK Desa Sidomakmur, dan kami sengaja melibatkan masyarakat setempat secara langsung,” terang Sunardi S.Pd.

Sunardi S.Pd menegaskan bahwa pelibatan warga dalam proses pembangunan bukan hanya sekedar formalitas. Keterlibatan ini memiliki dua tujuan utama yang saling berkaitan yaitu untuk menjamin kualitas dan menumbuhkan rasa kepemilikan.

Hasim selaku TPK merinci bahwa keterlibatan masyarakat dalam proyek konstruksi yang didanai BK Sarpras Kabupaten Ngawi senilai Rp. 100.000.000,- tersebut, membawa dampak positif langsung pada ekonomi lokal.

“Warga yang terlibat langsung dalam pengerjaan TPT sepanjang 85 meter ini dapat memperoleh penghasilan tambahan,” jelas Hasim.

Selain peningkatan ekonomi, Hasim juga menyoroti aspek transparansi. Dengan terlibat sebagai pekerja, warga secara langsung dapat mengetahui rincian teknis pelaksanaan dan penggunaan anggaran.

“Mereka juga secara langsung mengetahui transparansi anggaran pembangunan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan dana desa,” tambahnya.

Melalui sinergi antara Pemdes, TPK, dan masyarakat, proyek TPT di Dusun Kasihan, RT 005 RW 001, diharapkan menjadi contoh sukses pembangunan infrastuktur yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan akuntabel.(Hero)

Related Articles

Back to top button