GPMB Kabupaten Ngawi Resmi Lantik Pengurus 2026–2030
Perkuat Gerakan Literasi Menuju Masyarakat Pembelajar

Ngawi I GemaTipikor — Penguatan budaya literasi tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, keluarga, dan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi semangat utama dalam pelantikan Pengurus Daerah Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Ngawi masa bakti 2026–2030 yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi, Senin (6/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun masyarakat yang cerdas, kritis, inovatif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara dihadiri unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, kepala sekolah, guru, pengurus organisasi, serta berbagai komunitas yang selama ini aktif mendorong tumbuhnya budaya membaca di Kabupaten Ngawi.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka organisasi kepada Ketua Pengurus Daerah GPMB Kabupaten Ngawi periode 2026–2030, Riana Fathonatul Qoidah, M.Pd., yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan sebagai simbol amanah dan komitmen seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Riana Fathonatul Qoidah menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, dan berpikir kritis menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman.
«”Budaya membaca harus menjadi gerakan bersama. Literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau perpustakaan, tetapi juga keluarga, komunitas, pemerintah, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat. Melalui GPMB, kami berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap membaca dan belajar sepanjang hayat.”»
Ia menambahkan, kepengurusan yang baru akan mengedepankan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem literasi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi program yang dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa, sehingga manfaat literasi benar-benar dirasakan oleh seluruh warga.
Lebih dari sekadar organisasi, GPMB diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menggerakkan kesadaran kolektif bahwa membaca merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Masyarakat yang memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih siap menghadapi perubahan, menyaring informasi secara bijak, serta berkontribusi dalam pembangunan.
Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh pengurus beserta tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan tekad untuk menjadikan Kabupaten Ngawi sebagai daerah yang semakin literat, cerdas, dan berdaya saing.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, GPMB Kabupaten Ngawi diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam membangun budaya membaca yang tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga menjadi karakter masyarakat. Sebab, kemajuan sebuah daerah selalu diawali dari masyarakat yang mencintai ilmu pengetahuan dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Membaca Menjadi Budaya, Literasi Menjadi Jalan Kemajuan.” (AS)





