HukrimNasional

PELNI dan TNI AL Perkuat Sinergi Pengamanan Pelayaran Pascatemuan Air Raksa di Kapal

Jakarta, GemaTipikor – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengapresiasi langkah cepat dan profesional yang dilakukan jajaran TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) III dalam mengamankan temuan 42 jerigen berisi cairan merkuri atau air raksa yang ditemukan di atas KM Nggapulu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,(11 Juni 2026).

Temuan tersebut bermula dari pemeriksaan rutin terhadap barang yang dibongkar dari KM Nggapulu setelah kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 Juni 2026. Dalam proses verifikasi dokumen dan pemeriksaan fisik, petugas menemukan ketidaksesuaian antara informasi yang tercantum dalam dokumen pengiriman dengan isi barang yang sebenarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya satu koli yang berisi 42 jerigen cairan merkuri dengan total berat sekitar 544 kilogram. Setelah dilakukan pengamanan awal oleh petugas, barang tersebut kemudian diserahkan kepada Tim Kodaeral III untuk diamankan dan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo, mengatakan temuan tersebut menunjukkan pentingnya sistem pengawasan berlapis dalam operasional transportasi laut. Menurutnya, kolaborasi antara PELNI dan TNI AL menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan aktivitas pelayaran dan kepelabuhanan.

“Atas nama manajemen PELNI, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI AL melalui Tim LO PELNI yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok atas kesigapan dan profesionalisme dalam mengamankan temuan tersebut. Langkah cepat yang dilakukan di lapangan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan operasional pelayaran dan memastikan seluruh aktivitas pengangkutan barang berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Heri dalam keterangan resminya.

PELNI juga menyatakan siap mendukung proses investigasi yang dilakukan aparat berwenang dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan guna mengungkap asal-usul maupun tujuan pengiriman barang tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan barang di kapal serta memperkuat kolaborasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait. Keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prinsip utama yang selalu kami pegang dalam menjalankan operasional perusahaan,” tambah Heri.

Kerja sama antara PELNI dan TNI AL sendiri telah berjalan selama dua tahun terakhir melalui penempatan personel TNI AL sebagai perwira penghubung (liaison officer) di kantor pusat maupun sejumlah kantor cabang utama PELNI, antara lain di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Ambon. Kehadiran personel tersebut ditujukan untuk memperkuat pengamanan operasional serta pengawasan aktivitas kepelabuhanan.

Selain itu, pada periode angkutan puncak seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, kedua institusi juga memperkuat pengamanan melalui penambahan personel di pelabuhan maupun di atas kapal guna memastikan keselamatan dan kelancaran layanan kepada masyarakat.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI menegaskan komitmennya untuk mengedepankan keselamatan pelayaran, keamanan operasional, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Perusahaan juga menyatakan mendukung setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat berwenang terkait temuan barang yang diduga tidak sesuai dengan dokumen pengiriman tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan terhadap temuan 42 jerigen cairan merkuri tersebut masih berlangsung di bawah penanganan aparat terkait. Pihak berwenang belum mengumumkan identitas pengirim maupun tujuan akhir barang tersebut.

Reporter: Ali Han

Related Articles

Back to top button