Darurat Sampah Pasar Ngale, Paron : Bau Menyengat Ancam Kesehatan Warga, Pengelola Dituding Tutup Mata

Ngawi I GemaTipikor – Kondisi memprihatinkan terjadi di kawasan Pasar Ngale, Kecamatan Paron ,Kabupaten Ngawi. Tumpukan sampah yang tidak tertata dan dibiarkan menumpuk kini berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kenyamanan warga Dusun Ngale. Bau busuk yang menyengat kian hari semakin parah, terutama usai hujan, hingga memicu keluhan sesak napas di kalangan masyarakat.
Warga menilai persoalan ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran yang berlarut-larut. Lingkungan pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi justru berubah menjadi sumber pencemaran udara yang membahayakan, khususnya bagi balita dan lansia.
“Baunya sangat menyengat, apalagi setelah hujan. Dada terasa sesak, sulit bernapas. Ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan orang tua,” ungkap salah satu warga kepada perangkat desa setempat.
Ironisnya, keluhan warga yang telah berulang kali disampaikan melalui Ketua RT dan perangkat desa disebut tidak mendapat respons dari Kepala Pasar Ngale, Joko Suprapto. Sikap ini memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang merasa diabaikan.
Warga mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya penyediaan bak dan kendaraan pengangkut sampah agar limbah pasar dapat diangkut setiap hari ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Tanpa penanganan serius, kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk dan memicu krisis kesehatan lingkungan.
Kepala Dusun Ngale, Bambang, turut angkat bicara. Kepada awak media GemaTipikor, ia menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan intervensi cepat dari dinas terkait.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ngawi segera turun tangan. Harus ada solusi nyata agar kondisi ini tidak terus merugikan masyarakat,” tegasnya.
Minimnya sinergi antara pengelola pasar dan lingkungan sekitar kini menjadi sorotan. Jika tidak segera ditangani, Pasar Ngale bukan hanya menjadi sumber bau, tetapi juga potensi bencana kesehatan yang nyata di tengah masyarakat.(AS)

