DaerahTopik Terkini

Nora Idah Nita: Masyarakat Terdampak Bencana Aceh Butuh Kepastian Bantuan

Aceh Tamiang, GemaTipikor – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Langsa–Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, mendesak pemerintah pusat untuk segera mempercepat pencairan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 27 November 2025.

Desakan tersebut disampaikan menyusul masih banyaknya masyarakat terdampak yang mengeluhkan belum terealisasinya bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Keluhan itu, menurut Nora, diterimanya saat melakukan reses maupun melalui komunikasi langsung dengan warga.

“Pemerintah pusat harus segera merealisasikan apa yang telah dijanjikan untuk korban bencana hidrometeorologi, baik itu stimulan rumah rusak, bantuan perabot rumah tangga, pemulihan ekonomi maupun bantuan jatah hidup (jadup),” ujar Nora Idah Nita, Minggu (7/6/2026).

Politisi Fraksi Demokrat itu meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap percepatan penyaluran bantuan, khususnya melalui Presiden Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, masyarakat terdampak di berbagai daerah di Aceh masih menantikan kepastian realisasi bantuan. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.

“Para korban bencana hidrometeorologi sangat membutuhkan perhatian pemerintah yang telah dijanjikan. Kami berharap bantuan untuk masyarakat Aceh segera dicairkan, terutama bagi warga Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah dengan dampak paling besar,” katanya.

Nora menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah, seluruh persyaratan administrasi yang diminta pemerintah pusat telah diselesaikan. Data calon penerima bantuan juga disebut telah disusun secara lengkap menggunakan sistem by name by address dan telah diajukan untuk proses verifikasi lebih lanjut.

“Untuk Aceh Tamiang misalnya, usulan bantuan stimulan rumah rusak, bantuan perabot, pemulihan ekonomi, hingga jadup dari SK 1 sampai SK 4 telah diajukan. Administrasi yang dibutuhkan sudah dilengkapi, sehingga masyarakat berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Selain aspek pemulihan fisik, Nora juga menyoroti dampak ekonomi yang masih dirasakan masyarakat pascabencana. Ia menyebut banyak warga kehilangan sumber penghasilan dan hingga kini masih menunggu dukungan program pemulihan ekonomi.

Menurutnya, keterlambatan pencairan bantuan berpotensi memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak jika tidak segera ditangani.

“Saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih sulit. Sebagian kehilangan pekerjaan, sementara bantuan untuk pelaku UMKM juga belum ada kepastian. Situasi ini perlu menjadi perhatian agar tidak memunculkan persoalan sosial yang lebih luas,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah pusat terkait jadwal pencairan bantuan yang dimaksud. Masyarakat terdampak berharap proses verifikasi dan penyaluran bantuan dapat segera diselesaikan guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.

Editor: Ali Han

Related Articles

Back to top button