Program Sidat Nusakambangan Ciptakan Lapangan Kerja dan Bekal Kemandirian
Cilacap, GemaTipikor – Senin, 8 Juni 2026 – Program budidaya ikan sidat di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga binaan pemasyarakatan serta masyarakat sekitar.
Program yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tersebut memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan budidaya perikanan. Selain mendukung sektor pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Falda, mengaku memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru melalui keterlibatannya dalam budidaya sidat.
“Saya mendapatkan ilmu yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Manfaat program juga dirasakan oleh mantan warga binaan. Sairan, yang telah menyelesaikan masa pidananya, memilih tetap bekerja di sektor budidaya sidat. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pembinaan membuka peluang untuk memperoleh penghasilan yang dapat menopang kebutuhan keluarganya.
Di sisi lain, keberadaan tambak sidat turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Wahyu, warga Kecamatan Kroya, mengungkapkan bahwa dirinya kini bekerja sebagai operator budidaya setelah sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan.
Kegiatan budidaya tersebut juga mendorong tumbuhnya usaha pendukung, seperti jasa pembuatan dan penjahitan waring untuk kebutuhan kolam. Sejumlah warga mengaku memperoleh tambahan pendapatan dari pekerjaan tersebut sehingga membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Secara teknis, pengelolaan budidaya dilakukan melalui pemantauan kualitas air, pengaturan pemberian pakan, serta pencatatan perkembangan benih sidat dari berbagai fase pertumbuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya.
Dampak ekonomi program juga dirasakan oleh nelayan penangkap benih sidat di wilayah Cilacap dan Kampung Laut. Para nelayan menyebut keberadaan budidaya sidat di Nusakambangan membantu memperluas pasar hasil tangkapan yang sebelumnya tidak selalu terserap.
Selain itu, pelaku usaha kecil di sekitar lokasi turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi. Warung dan usaha mikro yang melayani pekerja maupun pengunjung mengalami peningkatan jumlah pelanggan seiring berkembangnya kegiatan budidaya.
Berbagai manfaat tersebut menunjukkan bahwa program budidaya sidat di Nusakambangan tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang mengedepankan peningkatan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap reintegrasi sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pengembangan sektor perikanan tersebut, Pulau Nusakambangan yang selama ini identik dengan kawasan pemasyarakatan mulai menunjukkan peran baru sebagai pusat kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi lokal.
Reporter: Ali Han
Humas PAS





