NasionalTopik Terkini

Peremajaan Kapal Pelni Dinilai Dapat Tingkatkan Efisiensi dan Keselamatan Pelayaran

Jakarta, GemaTipikor – Wacana mengenai peremajaan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali mengemuka seiring meningkatnya perhatian terhadap penguatan konektivitas maritim nasional. Sejumlah kalangan menilai pembaruan armada Pelni perlu menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian pemerintah pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,( Senin 8 Juni 2026).

Pandangan tersebut disampaikan oleh Syamsul Bahri dari media Pinisi.co.id. Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut sebagai sarana penghubung antarwilayah, distribusi logistik, serta pendukung pemerataan pembangunan.

Syamsul menilai sebagian besar armada penumpang utama Pelni telah beroperasi selama puluhan tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga efisiensi operasional, biaya perawatan, serta aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. Oleh karena itu, peremajaan kapal dianggap sebagai langkah yang layak dipertimbangkan guna meningkatkan kualitas layanan transportasi laut nasional.

Selain melayani angkutan penumpang, kapal Pelni juga memiliki peran penting dalam mendukung distribusi bahan pokok dan kebutuhan logistik ke berbagai wilayah, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Menurut Syamsul, armada yang lebih modern dan berkapasitas lebih besar berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi barang serta membantu mengurangi disparitas harga antarwilayah.

Dari sisi lingkungan, pembaruan armada juga dinilai dapat mendukung upaya peningkatan efisiensi energi. Kapal generasi baru umumnya dilengkapi teknologi mesin yang lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan armada berusia tua. Hal tersebut dinilai sejalan dengan berbagai upaya pengurangan emisi karbon yang menjadi perhatian sektor pelayaran global.

Peremajaan armada juga dipandang berpotensi memberikan dampak positif terhadap industri maritim nasional. Apabila pembangunan sebagian kapal baru melibatkan galangan kapal dalam negeri, langkah tersebut dapat membuka peluang kerja, meningkatkan kemampuan teknologi industri maritim nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perkapalan.

Dalam pandangannya, Syamsul juga mengusulkan sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan, antara lain dukungan pendanaan melalui kebijakan pemerintah, pengembangan desain kapal multiguna yang dapat dimanfaatkan saat kondisi darurat atau bencana, serta modernisasi sistem digital untuk layanan tiket, manajemen penumpang, dan distribusi logistik.

Namun demikian, keputusan mengenai peremajaan armada Pelni merupakan kewenangan pemerintah dan manajemen perusahaan yang tentunya akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan layanan, kemampuan pendanaan, prioritas pembangunan nasional, serta kondisi industri pelayaran nasional.

Menurut Syamsul, perhatian terhadap modernisasi armada Pelni bukan hanya berkaitan dengan pembaruan aset perusahaan, tetapi juga menyangkut upaya memperkuat konektivitas dan kedaulatan maritim Indonesia dalam jangka panjang.

Reporter: Ali Han
Penulis opini: Syamsul Bahri

Related Articles

Back to top button