NasionalPemerintahan

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat, Koordinasi Fiskal-Moneter Diperkuat

Jakarta, GemaTipikor – Senin 8 Juni 2026. Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang terjadi belakangan ini. Penegasan tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri pertemuan bersama pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Sufmi Dasco Ahmad, Mohamad Hekal, Perry Warjiyo, dan Prasetyo Hadi, pemerintah menyoroti sejumlah indikator yang dinilai menunjukkan ketahanan perekonomian nasional.

Menurut Menkeu, kondisi fiskal tetap terjaga dengan baik melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilakukan secara pruden. Ia menyebut berbagai indikator yang tercermin dalam laporan APBN menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih berada pada jalur yang positif.

Pemerintah menilai kekuatan fundamental tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk gejolak pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar. Untuk itu, instrumen fiskal akan terus dimanfaatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Di sisi lain, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras. Sinkronisasi tersebut dipandang penting untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pemerintah berharap koordinasi yang lebih erat antara otoritas fiskal dan moneter dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Stabilitas tersebut dinilai berpengaruh terhadap pengendalian harga barang kebutuhan pokok serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Selain berdampak pada indikator makroekonomi, stabilitas nilai tukar juga diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui daya beli yang lebih terjaga dan tekanan biaya hidup yang lebih terkendali.

Dengan kondisi fiskal yang dinilai sehat, fundamental ekonomi yang tetap kuat, serta koordinasi kebijakan yang semakin solid antara pemerintah dan Bank Indonesia, Indonesia berupaya mempertahankan stabilitas ekonomi dan menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Reporter: Ali Han

Related Articles

Back to top button