Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan Hutan Jati Kedunggalar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ngawi I GemaTipikor – Warga Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi digemparkan dengan ditemukannya seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di kawasan hutan jati Petak 45 RPH Sidowayah BKPH Kedunggalar, Senin (8/6/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada aparat sekitar pukul 06.30 WIB setelah warga menemukan korban di area hutan yang berada di wilayah Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik.
Korban diketahui berinisial T (52), warga Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Setelah menerima laporan masyarakat, petugas dari Polsek Kedunggalar bersama tenaga medis Puskesmas Kedunggalar segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pada pagi hari sebelum kejadian korban terlihat berjalan menuju kawasan hutan seorang diri. Beberapa warga kemudian berupaya mencari keberadaan korban karena yang bersangkutan diketahui memiliki aktivitas pekerjaan pada pagi hari tersebut. Saat pencarian dilakukan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di area hutan jati.
Petugas medis yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bekas jeratan pada bagian leher yang diduga menjadi penyebab kematian. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Dari hasil pendalaman sementara, diketahui korban selama ini kerap menyampaikan keluhan terkait kesulitan ekonomi yang sedang dihadapinya. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan keluarga dan warga yang mengenal korban.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno melalui petugas yang menangani kejadian menyampaikan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai ketentuan. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan perhatian terhadap kondisi psikologis maupun permasalahan hidup yang dihadapi oleh orang-orang di sekitar kita. Dukungan keluarga, kerabat, dan lingkungan memiliki peran besar dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup yang berat.
Apabila terdapat anggota keluarga, sahabat, atau rekan yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan emosional berat, masyarakat diimbau untuk memberikan perhatian, dukungan, serta mendorong yang bersangkutan mencari bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, maupun layanan konseling yang tersedia.(AS)





