NasionalPemerintahan

BP BUMN Soroti Kebangkitan SIG, Profit Melonjak dan Tren Positif Terus Berlanjut

Jakarta, GemaTipikor – Program transformasi yang didorong Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara mulai menunjukkan hasil nyata. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 380 persen pada Mei 2026, menjadi salah satu indikator keberhasilan restrukturisasi dan penguatan fundamental bisnis di lingkungan BUMN.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, SIG mencatat laba bersih Rp46 miliar pada Mei 2026, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp10 miliar. Secara kumulatif hingga Mei 2026 (year-to-date/YTD), perusahaan berhasil membukukan laba bersih Rp152 miliar, berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut menjadi sinyal bahwa transformasi bisnis yang dijalankan sejak pertengahan 2025 mulai memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Berbagai langkah efisiensi, optimalisasi operasional, serta penguatan model bisnis dinilai berhasil meningkatkan profitabilitas di tengah tantangan industri semen dan bahan bangunan yang masih kompetitif.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak mengevaluasi progres transformasi yang telah dijalankan sejak Juli 2025, termasuk strategi peningkatan efisiensi operasional, perbaikan proses bisnis, serta langkah-langkah untuk memperkuat daya saing perusahaan di pasar nasional.

“Perbaikannya sudah terlihat. Tinggal bagaimana langkah-langkah transformasi yang sudah berjalan ini terus dikawal agar kinerja perusahaan semakin kuat ke depan,” ujar Dony Oskaria.

Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan perusahaan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan fundamental yang semakin kuat, SIG diharapkan mampu menghadapi dinamika industri sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan pemangku kepentingan.

BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda transformasi di seluruh perusahaan pelat merah. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mendorong BUMN menjadi entitas bisnis yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap perubahan ekonomi.

Capaian SIG dinilai menjadi salah satu contoh konkret bagaimana transformasi yang dijalankan secara konsisten dapat menghasilkan perbaikan fundamental perusahaan dan mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Dengan tren positif yang terus terjaga, SIG berpeluang memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri bahan bangunan nasional sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Reporter: Ali Han

Related Articles

Back to top button