BSDK MA Tugaskan Puluhan Hakim ke India, Fokus Digitalisasi Peradilan dan Isu Global

Jakarta, GemaTipikor – Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (BSDK MA RI) menugaskan sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan untuk mengikuti program short course di National Judicial Academy of India,(Rabu 22 April 2026).
Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia peradilan, dengan fokus utama pada transformasi digital dan respons terhadap isu hukum global yang terus berkembang.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 24–28 April 2026, akan menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem peradilan. Materi tersebut mencakup isu strategis seperti keamanan siber di lingkungan peradilan, perlindungan data perkara dari ancaman peretasan, hingga tantangan integrasi sistem data peradilan.
Selain itu, peserta juga akan mendalami pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam praktik peradilan, termasuk potensi manfaat dan risiko yang menyertainya. Penggunaan AI menjadi perhatian penting seiring meningkatnya digitalisasi layanan hukum di berbagai negara.
Aspek hubungan antara peradilan dan media juga menjadi bagian dari kurikulum. Dalam sesi ini, peserta akan mempelajari pengelolaan komunikasi publik, menjaga objektivitas pemberitaan, serta pemanfaatan media sosial secara bijak dalam mendukung tugas yudisial.
Tak hanya isu teknologi, pelatihan turut membahas berbagai topik strategis lainnya, seperti hukum lingkungan dan tantangan global, penyelesaian sengketa di luar pengadilan (alternative dispute resolution), penanganan kejahatan transnasional, serta penguatan pembuktian berbasis elektronik. Penguatan integritas hakim juga menjadi elemen penting dalam keseluruhan program.
Sebagai bagian dari pembelajaran komparatif, delegasi Indonesia dijadwalkan mengunjungi sejumlah pengadilan di India untuk melihat secara langsung praktik peradilan setempat.
Diketahui, National Judicial Academy of India yang berlokasi di Bhopal merupakan salah satu pusat pelatihan peradilan terkemuka di dunia. Lembaga ini berdiri sejak 1993 dan memiliki kompleks seluas sekitar 63 hektare yang terletak di kawasan perbukitan dengan panorama danau.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA, Andi Akram. Rombongan dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 dan kembali ke Indonesia pada 30 April 2026.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas hakim Indonesia dalam menghadapi era digital, sekaligus menjaga integritas dan profesionalisme peradilan di tengah dinamika hukum global.
Editor: AH





