Bupati Herlina Tepati Janjinya Menemui Mahasiswa dan Masyarakat
“Mari Kita Berdialog dengan Baik, Saya Kan Ibu, Jangan Apa-apa Didemo”

Mempawah, — Bupati Herlina akhirnya menepati janjinya untuk bertemu langsung dengan para mahasiswa dan perwakilan masyarakat dalam sebuah dialog terbuka yang digelar di depan Kantor Bupati pada Selasa sore, 9/12/2025.
Pertemuan tersebut dilakukan setelah sebelumnya muncul gelombang kritik serta rencana aksi unjuk rasa terkait rencana pembangunan pendopo.
Dalam suasana yang cukup hangat namun tetap kondusif, Bupati Herlina membuka dialog dengan menyampaikan bahwa pemerintah daerah selalu siap menerima kritik dan masukan selama disampaikan secara baik dan terbuka.
“Mari kita berdialog dengan baik. Saya ini kan ibu, jangan apa-apa didemo. Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan bersama,” ujar Herlina di hadapan peserta demo yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa, tokoh pemuda, dan masyarakat umum.
Sebelumnya peserta aksi mahasiswa dan tokoh masyarakat menyampaikan beberapa tuntutan dan aspirasi, mulai dari rencana pembangunan pendopo yang di anggap belum urgent, sampai dengan jalan – jalan di lintas pedesaan ikut di suarakan dalam aksi demo sebelumnya.
Beberapa Mahasiswa mengapresiasi kesediaan Bupati untuk hadir langsung dan mendengar keluhan publik.
“Kami hanya ingin suara kami didengar. Kehadiran Ibu Bupati hari ini adalah langkah baik untuk membuka komunikasi,” kata salah seorang perwakilan mahasiswa.
Ada 5 point yang di setujui pemkab mempawah terkait aksi demo mahasiswa dan masyarakat:
1. Menolak keras pembangunan Rumah Dinas/Pendopo Bupati senilai 15 miliar rupiah, karena tidak memiliki urgensi, tidak menjadi prioritas, dan tidak memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
2. Mendesak pengalihan seluruh anggaran tersebut ke sektor-sektor yang benar-benar mendesak, seperti penanganan banjir, peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur dasar.
3. Menuntut Pemkab Mempawah menindak tegas seluruh bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh kecamatan.
4. Menuntut penegakan penuh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, terutama dalam transparansi anggaran dan dokumen perencanaan.
5. Menuntut DPRD Kabupaten Mempawah untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap RDP dan rapat paripurna, serta tidak lagi bersembunyi dari aspirasi rakyat.
Menanggapi berbagai masukan, Herlina berkomitmen memperbaiki mekanisme komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan lebih aktif menjelaskan program-program prioritas agar tidak terjadi kesalahpahaman publik.
“Bukan berarti kami anti kritik. Saya ingin semua warga merasa bisa datang dan berbicara. Pemerintah daerah bukan untuk ditakuti, tapi untuk menjadi tempat mengadu,” tegasnya.
Pertemuan Berlangsung Kondusif
Dialog yang berlangsung berjalan dengan tertib. Beberapa poin diskusi diputuskan akan ditindaklanjuti setelah melalui forum lanjutan yang lebih teknis dengan OPD terkait.
Acara ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa rencana pembangunan pendopo akan di kaji ulang yang lebih teknis dengan OPD terkait. Dialog terbuka akan dijadikan agenda rutin pemerintah daerah demi memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemimpin daerah.
Dengan hadirnya Bupati Herlina dalam diskusi ini, masyarakat berharap pola komunikasi yang lebih baik dan transparan dapat terus terjaga, sehingga aspirasi publik dapat tersampaikan tanpa harus melalui aksi demonstrasi.(Suryadi).





