Dari Swadaya ke Solidaritas: Warga Dusun Ngale RT 1–16 Bersatu Bangun Akses Jalan Makam

Ngawi I GemaTipikor — Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di Dusun Ngale, Desa Ngale Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Warga dari RT 1 hingga RT 16 secara sadar dan mandiri menghimpun swadaya murni untuk memperbaiki akses jalan menuju Makam Tengklik dan Makam Kalang, jalur vital yang memiliki nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan bagi masyarakat.

Tanpa menunggu bantuan desa dan tanpa bergantung pada program desa dan pihak luar, masyarakat bergerak bersama. Inisiatif ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa fasilitas umum, khususnya akses menuju makam, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pada tahap pertama, swadaya masyarakat difokuskan pada pembangunan talut di sisi kiri dan kanan jalan makam guna memperkuat struktur jalan, mencegah erosi, serta menjamin keamanan dan daya tahan jangka panjang.
Sementara itu, tahap kedua akan dilaksanakan dengan menyesuaikan besaran dana swadaya yang berhasil dihimpun. Setelah dilakukan evaluasi teknis dan kemampuan anggaran, barulah ditentukan apakah peningkatan jalan akan dilanjutkan dengan rabat beton atau paving.
Kepala Dusun (Kasun) Ngale Bambang Sulistyo menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kekompakan warganya. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh RT menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan menjadi fondasi utama pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
“Ini bukan sekadar membangun jalan menuju makam, tetapi juga membangun kesadaran sosial, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum,” tegas Kasun Ngale.
Apa yang dilakukan warga Dusun Ngale menjadi pesan kuat bahwa pembangunan desa tidak selalu harus menunggu anggaran besar. Dengan solidaritas, komitmen, dan kebersamaan, masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata demi kepentingan bersama dan keberlanjutan lingkungan sosialnya.(AS)





