Kapolres Ngawi Tegaskan Transparansi Dana BOSP, Kepala Sekolah Diminta Hindari Penyimpangan

Ngawi I GemaTipikor – Komitmen terhadap tata kelola anggaran pendidikan yang bersih dan akuntabel kembali ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Sekolah bagi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Ngawi Tahun 2026 yang digelar di Hotel Nata Azana Ngawi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 kepala sekolah ini dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial di tengah dinamika kurikulum dan pesatnya perkembangan teknologi pendidikan. Ia juga mendorong MKKS menjadi motor kolaborasi demi percepatan kemajuan pendidikan di Kabupaten Ngawi.
Ketua MKKS SMP Negeri Ngawi, Purwanto, menegaskan bahwa bimtek ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga kepemimpinan dan inovasi dalam membangun budaya sekolah berprestasi.

Sorotan utama kegiatan ini tertuju pada pemaparan Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., yang secara tegas mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Dalam pembekalannya, Kapolres menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik penyimpangan anggaran pendidikan. Ia mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban mutlak yang harus dijalankan setiap satuan pendidikan.
“Pengelolaan dana BOSP harus efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Setiap penggunaan wajib sesuai petunjuk teknis agar tidak berujung pada pelanggaran hukum,” tegasnya, Jumat (17/4/2026).
Lebih jauh, ia mengungkap sejumlah potensi pelanggaran yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari penggunaan anggaran yang tidak sesuai perencanaan, laporan fiktif, hingga praktik mark-up. Ia menegaskan, setiap bentuk penyimpangan akan berkonsekuensi serius, mulai dari sanksi administratif hingga proses hukum.
Kehadiran Kapolres sebagai narasumber dinilai menjadi pengingat keras sekaligus penguat komitmen bagi para kepala sekolah untuk menjaga integritas dalam pengelolaan dana pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap hasil bimtek ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata di setiap sekolah, demi menciptakan sistem pendidikan yang unggul, profesional, dan berintegritas.(TIM)





