Daerah

Menyambut Tahun Baru dengan Doa dan Kepedulian, Desa Ngale Satukan Hati untuk Aceh dan Sumatera

Ngawi I GemaTipikor – Malam pergantian Tahun Baru di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, menjadi momentum yang sarat makna. Di tengah gemerlap hiburan dan kebersamaan warga, Pemerintah Desa Ngale bersama seluruh lapisan masyarakat memilih menyambut datangnya tahun yang baru dengan cara yang penuh empati, doa, dan kepedulian sosial. Bertempat di Lapangan Ngale In Love, sebuah kegiatan yang memadukan hiburan rakyat, doa bersama, serta penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera digelar dengan khidmat dan penuh kehangatan.

Sejak sore hingga malam hari, masyarakat Desa Ngale dan warga dari desa-desa sekitar tampak berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga terlihat jelas, mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Lapangan yang menjadi pusat kegiatan tidak hanya dipenuhi suara hiburan, tetapi juga lantunan doa yang dipanjatkan bersama, menghadirkan suasana haru sekaligus penuh harapan di malam pergantian tahun.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh elemen desa, mulai dari warga, Kepala Desa Ngale beserta perangkat desa, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ngale. Kebersamaan ini menjadi simbol bahwa Desa Ngale berdiri dalam satu barisan, menguatkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang telah lama menjadi jati diri masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngale, Yan Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa malam Tahun Baru ini sengaja dimaknai sebagai ruang refleksi dan kepedulian, bukan sekadar perayaan semata. Menurutnya, penderitaan yang dialami saudara-saudara di Aceh dan Sumatera akibat bencana banjir merupakan duka bersama yang patut mendapat perhatian dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Melalui doa bersama dan penggalangan dana ini, kita ingin menyampaikan bahwa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera tidak sendiri. Doa dan kepedulian kita mengiringi mereka agar diberi kekuatan, ketabahan, serta keselamatan. Di saat yang sama, kita juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh warga Desa Ngale senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dalam menapaki tahun yang baru,” tutur Yan Teguh Wibowo dengan penuh harap.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan nilai kemanusiaan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, agar selalu peka terhadap penderitaan sesama, tanpa memandang jarak dan wilayah.

Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Camat Paron, Wibowo, yang turut hadir dan menyaksikan langsung antusiasme masyarakat. Ia menilai, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Ngale bersama warganya merupakan cerminan kepemimpinan yang humanis dan partisipatif.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ngale di bawah kepemimpinan Bapak Yan Teguh Wibowo, serta seluruh masyarakat Desa Ngale dan desa-desa sekitar. Kegiatan doa bersama dan aksi penggalangan dana ini adalah wujud nyata solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan yang patut dicontoh. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” ungkap Camat Paron.

Malam itu, Desa Ngale tidak hanya menandai pergantian waktu dari satu tahun ke tahun berikutnya, tetapi juga menegaskan nilai-nilai luhur tentang empati, persaudaraan, dan gotong royong. Di bawah langit malam yang menjadi saksi, doa-doa dipanjatkan, tangan-tangan terulur untuk membantu, dan harapan baru dititipkan untuk masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Desa Ngale menunjukkan bahwa perayaan Tahun Baru dapat dimaknai secara lebih dalam—sebagai momentum untuk berbagi, mendoakan, dan memperkuat ikatan kemanusiaan, baik untuk sesama warga desa maupun untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi cobaan di Aceh dan Sumatera.(AS)

Related Articles

Back to top button