Musda XI Golkar Kalbar: Momentum Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan Menuju Penguatan Partai

PONTIANAK | GemaTipikor — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (7/3/2026). Agenda penting ini menjadi momentum strategis bagi partai berlambang pohon beringin tersebut untuk melakukan konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta memilih Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat untuk periode mendatang.
Musda XI secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar wilayah Jawa–Kalimantan, Wihaji, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Pembukaan Musda turut dihadiri para kader, pengurus partai, serta insan media.
Dalam sambutannya, Wihaji menegaskan bahwa Musda merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang secara rutin dilaksanakan oleh Partai Golkar di seluruh daerah.
“Musda ini merupakan tahapan organisasi Partai Golkar di seluruh Indonesia. Agenda utamanya adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi, merumuskan program kerja ke depan, serta memilih Ketua DPD Golkar Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Partai Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah.
“Kita merupakan bagian dari koalisi besar di pemerintahan. Karena itu, seluruh kader Golkar harus bersinergi dan mendukung penuh program-program pemerintah. Di sisi lain, semangat partai juga bagaimana terus menambah kursi serta memperkuat posisi Golkar ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Ketua DPD Golkar Kalbar yang kini menjabat Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menilai Musda XI menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas internal partai.
Menurutnya, dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun semangat kekeluargaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam membesarkan partai.
“Dalam sebuah rumah tangga besar tentu selalu ada dinamika. Namun yang paling penting adalah menjaga semangat kebersamaan, rasa cinta, dan komitmen bersama untuk membesarkan Partai Golkar,” kata Maman.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musda XI yang dinilainya berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
“Dinamika tentu tetap ada, tetapi relatif lebih kondusif dan diwarnai semangat kebersamaan. Kita berharap Musda ini melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan Golkar dan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Terkait pemilihan Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman mengungkapkan bahwa hingga pendaftaran ditutup sementara ini baru satu nama yang tercatat mendaftar, yakni Bendahara DPD Golkar Kalbar, Ichfany S.T. Dengan kondisi tersebut, besar kemungkinan ia akan maju sebagai calon tunggal dalam Musda kali ini.
“Sebagian besar pemilik suara memberikan dukungan kepada Ifan sebagai calon Ketua Golkar Kalbar ke depan. Hingga saat ini baru beliau yang mendaftar, sehingga berpotensi menjadi calon tunggal,” jelasnya.
Menurut Maman, dukungan terhadap figur muda merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar.
“Kita ingin mendorong kader-kader muda untuk tampil memimpin. Ifan merupakan representasi generasi milenial yang memiliki rekam jejak perjuangan dari bawah hingga sampai pada posisi saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kepemimpinan Golkar Kalbar ke depan mampu melanjutkan berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk mendorong percepatan program listrik desa di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
“Program listrik desa harus terus kita dorong agar pemerataan pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok daerah,” pungkasnya.
Musda XI Golkar Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi semata, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader serta merumuskan langkah-langkah politik dan pembangunan demi kemajuan Kalimantan Barat di masa mendatang.(TIM)





