
Mendiktisaintek Tekankan Teknologi sebagai Penggerak Transformasi Pendidikan Nasional
Jakarta, GemaTipikor – Senin (4 Mei 2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa teknologi memegang peran strategis dalam mendorong transformasi pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Belajaraya 2026 yang diselenggarakan oleh Jaringan Semua Murid Semua Guru di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5).
Menurut Brian, perkembangan teknologi telah membuka ruang demokratisasi pengetahuan, di mana akses terhadap ilmu tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu. Kini, masyarakat dapat belajar dari berbagai sumber, termasuk akademisi kelas dunia, tanpa batas geografis.
“Dulu pengetahuan hanya dimiliki kelompok tertentu, tetapi sekarang masyarakat bisa belajar langsung dari profesor di universitas top dunia. Teknologi telah membuka akses bagi semua kalangan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Tanpa pengelolaan yang tepat, luasnya akses informasi tidak otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran.
Brian juga menekankan bahwa peran guru dan dosen tetap krusial dalam ekosistem pendidikan. Teknologi, menurutnya, tidak akan menggantikan pendidik, melainkan memperkuat peran mereka sebagai mentor yang adaptif dan berpikiran terbuka.
“Guru dan dosen adalah garda terdepan dalam kemajuan SDM. Perannya justru semakin vital di tengah perkembangan teknologi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa teknologi memiliki dua sisi. Jika tidak dimanfaatkan secara bijak, teknologi berpotensi menimbulkan ketergantungan dan melemahkan kapasitas bangsa. Oleh karena itu, penguatan ilmu dasar tetap menjadi fondasi utama.
“Pengetahuan fundamental tidak tergantikan. Dengan dasar yang kuat, seseorang akan mampu mengikuti perkembangan teknologi,” tambahnya.
Dalam konteks lebih luas, Brian menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pemerintah berperan dalam regulasi dan perluasan akses, industri mendorong inovasi, sementara komunitas memahami kebutuhan riil di lapangan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global yang semakin kompetitif.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi secara inklusif dan strategis guna menciptakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu melahirkan generasi unggul.
Editor: AH





