SEORANG PEDAGANG WANITA DITEMUKAN TAK SADARKAN DIRI DI DEPAN RUKO JENGGRIK, KEDUNGGALAR

Ngawi I GemaTipikor — Warga Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan peristiwa ditemukannya seorang perempuan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah ruko pada Kamis sore, (5 /02/2025)
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, tepatnya di depan ruko milik Sdr. Bambang Edy S., Dusun Sidowayah RT 02 RW 01, Desa Jenggrik.
Korban diketahui bernama Painah (58), seorang pedagang asal Dusun Sidodadi RT 01 RW 05, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 18.35 WIB, korban terlihat duduk sendirian di kursi angkringan yang sedang tidak beroperasi. Tidak lama kemudian, Sasmito (50), saksi pertama, keluar dari rumah Istiqomah (45) usai memarkir sepeda motor dan melihat korban duduk seorang diri.
Saksi kemudian menegur korban dan menanyakan asalnya. Korban menjawab bahwa ia baru pulang dari Jakarta dan hendak menuju rumahnya di Sidodadi. Tak lama berselang, korban berdiri dan menyampaikan niat untuk buang air kecil. Namun setelah melangkah sekitar empat langkah, korban justru duduk di bawah teras ruko yang sedang tutup dan tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi tersebut, saksi berupaya memanggil korban namun tidak mendapat respons. Saksi kemudian menghubungi saksi lain dan bersama-sama berusaha membangunkan korban, namun korban tetap tidak bergerak. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa Jenggrik, H Suparni (65), yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Kedunggalar.
Pemeriksaan dan Barang Bukti
Petugas medis dari Puskesmas Gemarang melakukan pemeriksaan luar terhadap korban. Berdasarkan hasil visum et repertum (VER), kondisi kepala, leher, dada, perut, mulut, dan anggota tubuh lainnya dinyatakan dalam batas normal, kecuali kedua kaki korban yang ditemukan dalam kondisi bengkak.
Barang-barang milik korban yang diamankan antara lain:
Tas warna hitam
Tas kresek warna ungu
Baju hitam bermotif bunga putih
Celana panjang warna hijau
Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban sehari-hari berjualan sayur di Jakarta dan biasanya pulang ke kampung halaman dua kali dalam sebulan.
Sikap Keluarga
Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus telah dilakukan sesuai prosedur dan situasi dinyatakan kondusif.(AS)





