Berita Pilihan

Ribuan Hektar Sawah Widodaren Dihantam Virus Kerdil, Ancaman Gagal Panen Kian Nyata

Ngawi I GemaTipikor – Krisis pertanian membayangi Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Ribuan hektar lahan padi dilaporkan terserang virus kerdil hampa dan kerdil rumput, memicu kerusakan masif dan mengancam gagal panen dalam skala luas.
Serangan tidak lagi sporadis, melainkan telah menjalar hampir merata di sejumlah desa, mulai dari Sidolaju, Karangbanyu, Widodaren, Walikukun, Kedunggudel, Banyubiru, Sekaralas hingga Kayutrejo. Tanaman padi menunjukkan gejala serius: pertumbuhan terhambat, daun menguning, hingga bulir yang hampa—indikasi jelas penurunan produktivitas yang drastis.
Para petani menuturkan, serangan muncul dalam beberapa pekan terakhir dan berkembang cepat tanpa kendali. Situasi diperparah oleh ledakan populasi hama wereng yang menjadi faktor utama penyebaran virus, mempercepat kerusakan di lapangan.
Dampaknya tak terbantahkan—ancaman kerugian besar di depan mata. Tanaman yang seharusnya memasuki fase produktif justru gagal berkembang optimal. Jika tak segera ditangani, Widodaren berpotensi menghadapi gelombang gagal panen yang lebih luas.
Kondisi ini menuntut respons cepat dan terukur dari pihak terkait. Pengendalian hama terpadu, intervensi teknis, hingga langkah mitigasi harus segera dijalankan untuk menahan laju penyebaran. Tanpa tindakan konkret, dampaknya bukan hanya pada petani, tetapi juga stabilitas pangan daerah.
Para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Ngawi, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Dan  Pertanian Ngawi , untuk segera turun tangan. Bantuan nyata—mulai dari pendampingan teknis, distribusi sarana produksi, hingga kompensasi kerugian—menjadi harapan agar mereka dapat bangkit dan melanjutkan musim tanam berikutnya.
(Bambang Edi )

Related Articles

Back to top button