Warga Kecewa, Bantuan Ketahanan Pangan di Keras Kulon Diduga Tak Sesuai Data Penerima

Ngawi, GemaTipikor – Penyaluran bantuan ketahanan pangan di Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, menuai sorotan warga. Program pembagian beras dan minyak goreng yang dilaksanakan pada 6 Mei 2026 itu dipertanyakan karena diduga tidak disalurkan sesuai daftar penerima yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bantuan yang dibagikan di aula Desa Keras Kulon tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk masing-masing penerima. Program itu disebut diatur langsung oleh pemerintah desa bersama perangkat desa melalui RT dan RW setempat.
Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, mekanisme pembagian bantuan diduga dilakukan secara merata kepada warga tanpa mengacu penuh pada data penerima yang tercantum dalam undangan resmi. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Sejumlah warga menyebut pembagian dilakukan kepada hampir seluruh masyarakat, sementara terdapat perbedaan perlakuan terhadap penerima. ASN aktif disebut tidak memperoleh bantuan, sedangkan sejumlah pensiunan tetap menerima bantuan ketahanan pangan tersebut.
Sekretaris Desa Keras Kulon saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pembagian dilakukan dengan konsep pemerataan. Menurutnya, langkah tersebut diambil agar bantuan bisa dirasakan seluruh warga desa.
“Supaya masyarakat semuanya bisa merasakan bantuan,” ujar Sekretaris Desa kepada media.
Meski demikian, saat ditanya terkait berita acara maupun dokumen resmi penyaluran bantuan, pihak desa disebut tidak memiliki berita acara tertulis. Penyaluran bantuan dilakukan secara door to door mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga diteruskan kepada RT dan RW.
Salah satu warga penerima bantuan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan mekanisme tersebut. Ia menilai bantuan semestinya diberikan sesuai data penerima yang telah ditetapkan, bukan dibagikan secara merata tanpa dasar yang jelas.
“Harusnya yang menerima sesuai undangan, tapi semuanya sudah ada perintah dibagi rata,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Keras Kulon, Samsul Hadi, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan media melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon.
Sementara itu, Penjabat Camat Gerih juga belum memberikan respons terkait polemik penyaluran bantuan ketahanan pangan tersebut. Minimnya penjelasan dari pihak terkait memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai transparansi dan mekanisme distribusi bantuan di tingkat desa.
(Bambang)





