Berita PilihanNasional

Ketum FORSIMEMA: Dirut Baru Pelni Hadapi Sejumlah Tantangan Strategis

Jakarta, GemaTipikor – Ketua Umum FORSIMEMA (Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung), Syamsul Bahri, menilai Direktur Utama PT Pelni (Persero) yang baru, Budi Setyawan Wijaya, menghadapi sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar dalam memimpin perusahaan pelayaran nasional tersebut.

Menurut Syamsul Bahri, sebagai salah satu BUMN transportasi laut terbesar di Indonesia, PT Pelni memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas antarpulau, mendukung distribusi logistik nasional, serta menjalankan Program Tol Laut yang menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

“Masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan agar Pelni semakin maju, kompetitif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Syamsul Bahri dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).

Ia menyebutkan sedikitnya lima agenda penting yang perlu menjadi perhatian manajemen baru Pelni.

Salah satu tantangan utama adalah modernisasi dan peremajaan armada kapal. Sejumlah kapal penumpang Pelni saat ini telah beroperasi lebih dari dua dekade sehingga membutuhkan pembaruan untuk meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi operasional.

Selain itu, Pelni juga didorong untuk mulai menyesuaikan operasionalnya dengan agenda transisi energi dan dekarbonisasi sektor pelayaran yang tengah menjadi perhatian dunia.

Syamsul menilai Program Tol Laut perlu terus diperkuat agar mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok, khususnya di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP).

Menurutnya, persoalan muatan balik dari kawasan Indonesia Timur menuju Indonesia Barat juga masih menjadi tantangan yang harus diatasi agar operasional pelayaran lebih efisien dan berkelanjutan.

Di bidang layanan, Pelni diharapkan terus memperkuat sistem digital, termasuk pengembangan layanan tiket daring guna mempermudah masyarakat sekaligus mencegah praktik percaloan.

Selain itu, digitalisasi sektor logistik melalui sistem pelacakan kargo dan integrasi layanan logistik nasional dinilai penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Syamsul juga menyoroti pentingnya peningkatan pendapatan dari sektor komersial guna mengurangi ketergantungan terhadap subsidi Public Service Obligation (PSO).

Menurutnya, pengembangan bisnis logistik, wisata bahari, serta penguatan strategi pemasaran dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Di sisi lain, efisiensi biaya operasional, terutama biaya perawatan kapal yang terus meningkat akibat usia armada yang relatif tua, perlu menjadi perhatian serius manajemen.

Aspek kesejahteraan karyawan dan pensiunan Pelni, khususnya Anak Buah Kapal (ABK), juga menjadi salah satu isu yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dari direksi baru.

Syamsul menegaskan bahwa para pekerja merupakan aset penting perusahaan yang selama ini berkontribusi dalam menjaga layanan transportasi laut nasional dan mendukung penerimaan negara melalui aktivitas usaha Pelni.

“Diperlukan kajian dan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan serta pensiunan agar sejalan dengan kontribusi yang telah mereka berikan bagi perusahaan dan negara,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan baru di tubuh Pelni mampu melanjutkan berbagai program transformasi yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi untuk memperkuat posisi Pelni sebagai salah satu pilar utama transportasi dan kemaritiman Indonesia.

Reporter: Ali Han
Penulis: Syamsul Bahri

Related Articles

Back to top button