Sosial Budaya

Bersih Dusun dan Kirim Doa Leluhur, Warga Dusun Ngale Lestarikan Tradisi Penuh Makna di Bulan Suro

Ngawi I GemaTipikor – Seluruh warga Dusun Ngale, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, memadati perempatan Jalan RT 05 RW 01 pada Jumat Legi (2/7/2026) untuk mengikuti tradisi Bersih Dusun yang dirangkai dengan tahlil dan kirim doa kepada para leluhur serta cikal bakal Dusun Ngale, Desa Ngale, Kecamatan Paron Kabupaten  Ngawi . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut Bulan Suro 1448 Hijriah (Muharam).

Nuansa religius dan kebersamaan begitu terasa sejak awal acara. Warga dari berbagai kalangan hadir membawa sajian untuk doa bersama sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang diyakini telah berjasa membangun dan membuka wilayah Dusun Ngale.

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Ngale, Bambang Sulistyo, menegaskan bahwa tradisi Bersih Dusun harus terus dijaga sebagai warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial.

“Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengajarkan generasi muda agar tidak melupakan akar budaya dan sejarah desanya,” ujar Bambang Sulistyo.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, saling peduli, dan bersama-sama membangun Dusun Ngale agar semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan para pendahulu.

Prosesi tahlil dan doa bersama dipimpin oleh Modin Dusun Ngale, Edy Saifudin, yang memanjatkan doa agar para leluhur mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa juga dipersembahkan bagi keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkannya masyarakat Dusun Ngale dari berbagai musibah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Ngale, Yan Teguh Wibowo, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Dusun Ngale, para Ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Dusun Ngale.

Tradisi Bersih Dusun yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro ini menjadi bukti bahwa masyarakat Dusun Ngale masih memegang teguh nilai gotong royong, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Di tengah arus modernisasi, tradisi tersebut tetap menjadi perekat persatuan sekaligus identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Merawat tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjaga jati diri agar tetap hidup dalam kebersamaan, doa, dan semangat membangun masa depan.” (AS)

Related Articles

Back to top button