DaerahTopik Terkini

Dukung Asta Cita Presiden, Kejari Bogor Ubah Lahan Tak Produktif Jadi Sumber Pendapatan Koperasi

Cibinong, GemaTipikor – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui Kolam Binaan Koperasi Merah Putih Adhyaksa Cibinong, dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan budidaya perikanan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Dr. Denny Achmad, sebanyak delapan kolam budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dibangun sebagai unit usaha Koperasi Merah Putih Adhyaksa Cibinong. Selain menyediakan sarana usaha, program ini juga disertai pembinaan teknis bagi anggota koperasi, mulai dari teknik budidaya, pemberian pakan, pengelolaan kolam, hingga strategi pemasaran hasil panen.

Menurut Denny Achmad, program tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan Kejari Kabupaten Bogor agar para pegawai memiliki keterampilan tambahan sekaligus peluang memperoleh penghasilan di luar tugas pokok sebagai aparat penegak hukum.

“Saya ingin seluruh pegawai memiliki keterampilan di luar pekerjaannya. Jika ingin menambah penghasilan secara halal, mereka sudah memiliki bekal usaha yang nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mentransformasi koperasi yang sebelumnya hanya bergerak di bidang simpan pinjam menjadi Koperasi Konsumsi Merah Putih Adhyaksa Cibinong. Selanjutnya, koperasi dikembangkan melalui sejumlah unit usaha, di antaranya minimarket, budidaya ikan lele dan mujair, serta rencana pengembangan peternakan ayam petelur.

Denny menambahkan, seluruh kegiatan diawali dengan pembekalan mengenai tata kelola koperasi, manajemen usaha, dan proses bisnis. Setelah itu, anggota koperasi mendapatkan pelatihan teknis dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor agar usaha yang dijalankan memiliki dasar pengetahuan yang memadai.

Program tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Kolam binaan telah memasuki masa panen perdana dan hasil produksinya telah memiliki jaringan pemasaran, sehingga memberikan nilai ekonomi bagi koperasi serta tambahan kesejahteraan bagi para anggotanya.

“Kami ingin menanamkan budaya bahwa setiap pegawai memiliki mental entrepreneur. Lahan yang menganggur harus menjadi lahan produktif. Koperasi menjadi wadah agar seluruh anggota dapat tumbuh bersama dan memperoleh tambahan pendapatan secara halal,” kata Denny.

Selain budidaya ikan lele, Kejari Kabupaten Bogor juga tengah mengembangkan budidaya ikan mujair dan patin sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha koperasi. Pengembangan berbagai unit usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan.

Di sisi lain, Kejari Kabupaten Bogor juga menjalankan Program Jaga Desa melalui pendampingan kepada pemerintah desa dalam memetakan potensi ekonomi lokal, mengawal pelaksanaan pembangunan, serta memberikan penyuluhan hukum agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan. Data potensi desa yang dihimpun nantinya diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengembangan ekonomi berbasis wilayah.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kejari Kabupaten Bogor memperlihatkan peran institusi penegak hukum tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi produktif. Sinergi antara Kejari Kabupaten Bogor dan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemkab Bogor diharapkan menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan, pengembangan koperasi, serta implementasi program prioritas nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden.

Reporter: Ali Han

Related Articles

Back to top button