DPD Golkar Ngawi Tancap Gas Konsolidasi Dini
Muscam XI 2026 Digelar di 19 Kecamatan untuk Perkuat Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

Ngawi I GemaTipikor —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Ngawi mulai mengakselerasi konsolidasi organisasi secara menyeluruh dengan menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Tahun 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi. Agenda ini menjadi langkah strategis partai berlambang pohon beringin tersebut dalam memperkuat mesin organisasi sejak dini, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Umum 2029.
Pelaksanaan Muscam XI dilakukan secara bertahap di 19 kecamatan se-Kabupaten Ngawi, dengan fokus utama memilih dan menetapkan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar sebagai ujung tombak pergerakan partai di tingkat akar rumput.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ngawi, H. Imam Nasrulloh, SE., M.Si., menegaskan bahwa Muscam merupakan agenda konstitusional partai yang digelar setiap lima tahun sekali, sekaligus menjadi instrumen penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan kecamatan periode sebelumnya.
“Muscam ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah forum strategis untuk menilai kinerja, menyusun ulang kekuatan organisasi, dan menyiapkan kepemimpinan kecamatan yang mampu bekerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Imam dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Imam menekankan bahwa pimpinan kecamatan yang terpilih harus segera bergerak cepat dengan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, solid, dan aktif, tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga hingga Pimpinan Desa (Pimdes) sebagai basis utama kerja-kerja politik dan sosial kemasyarakatan Partai Golkar.
“Kekuatan partai ada di desa. Karena itu, struktur hingga tingkat desa harus segera terbentuk, aktif, dan benar-benar hadir di tengah rakyat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, sekitar 50 persen pelaksanaan Muscam XI di Kabupaten Ngawi telah rampung, dengan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, demokratis, dan sesuai dengan mekanisme organisasi Partai Golkar.
DPD Partai Golkar Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya untuk membangun Golkar sebagai partai yang solid secara internal, modern dalam tata kelola organisasi, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat. Konsolidasi struktural ini sekaligus menjadi fondasi penguatan kerja elektoral dan politik kerakyatan yang berkelanjutan.
Tidak hanya mengandalkan struktur formal, Partai Golkar Ngawi juga memastikan optimalisasi seluruh sayap dan organisasi pendiri serta didirikan partai, agar bergerak selaras dan terintegrasi dalam satu garis perjuangan politik.
Langkah konsolidasi dini ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Partai Golkar Ngawi serius menatap Pemilu 2029, dengan target realistis namun progresif dalam meningkatkan perolehan suara serta kursi DPRD. Dengan struktur yang solid hingga tingkat desa, Golkar optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik utama yang dekat dengan rakyat dan relevan dengan dinamika zaman.(AS)





