Pelestarian Budaya Tradisi di Kabupaten Ngawi

NGAWI, suaraskpknews.com – DESA Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, mengadakan Prosesi Adat Ritual Ganti Langse yang merupakan wujud Pelestarian Budaya Tradisi di Kabupaten Ngawi. Ganti Langse dilaksanakan hari Selasa wage, 14 Muharam 1445 H (1/8/2023).
Diawali Kirab Gunungan dari Dusun Nanggalan yang diarak jalan kaki menuju Palenggahan Agung Srigati. Paling depan Pasukan Drumband dari SMP 3 Ngrambe dan SDN Babadan 1 Paron diikuti Atraksi Reog serta Jaranan New Bedigas Laras. Di belakangnya ratusan Pendekar dengan membawa Gunungan berisi sedekah bumi hasil panen, disusul para bapak-bapak dan ibu-ibu memakai busana adat Kejawen dengan membawa pusaka dan berbagai sesajian diiringi Juru Kunci Srigati, Suyitno, berjalan kaki dengan membawa Langse Baru.
Terpantau Wakil Bupati Ngawi Rianto Jatmiko, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Sumarsono, M.Si.diikuti Camat Paron Arin Royanto,S.STP. dan barisan paling belakang Kepala Desa Babadan Siti Yusmini,S.Pd. beserta Perangkat Desa Babadan. Arak-arakan ini sangat meriah disambut ribuan masyarakat dan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA UPT Dispendik Kecamatan Paron yang berjajar rapi di kiri-kanan jalan yang dilewati Kirab Gunungan ini.
Menurut Kepala Desa Babadan Siti Yusmini,S.Pd sendiri bahwa “Prosesi Adat Ritual Ganti Langse atau Ganti Selambu merupakan simbol kehidupan manusia, harus terus berganti tiap tahunnya, ada perubahan dan perkembangan. Langse berupa ‘mori’ putih yang difungsikan sebagai penutup Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo Srigati merupakan tradisi tahunan setiap bulan Suro atau Muharam.
Tradisi ini penuh syarat magis, digelar secara khidmat penuh penghayatan, diawali dengan penyerahan Langse Baru berupa kain selambu ‘mori’ warna putih bersih sepanjang 15 meter dari Juru Kunci Srigati, Suyitno, diserahkan kepada Wakil Bupati Ngawi Rianto Jatmiko, kemudian diserahkan kepada kami selaku Kepala Desa Babadan, yang sore harinya dipasang untuk mengganti Langse yang lama,” jelasnya.
Setelah acara Kirab selesai dilanjutkan acara Ruwatan Masal melalui Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Kondang Ki Sungkono dan Ki Dimas Ageng Pratama .
Wakil Bupati Ngawi, Rianto Jatmiko , dalam sambutannya mengatakan, sejak dua tahun ini prosesi ritual Ganti Langse dikemas lebih menarik sebagai destinasi wisata budaya yang menjadi agenda tahunan setiap bulan Suro.
Hal ini untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Kabupaten Ngawi tepatnya Srigati, sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Tujuannya untuk mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi.
Saya berharap tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi mercusuarnya budaya Ngawi. Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain ,” ujar Wakil Bupati Rianto Jatmiko.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian Langse kepada masyarakat yang konon mempunyai banyak khasiat. Dalam acara Ganti Langse dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam-suntuk sebagai penutup prosesi acara Ganti Langse di Srigati Desa Babadan Paron.
(Bambang & Tim Jurnalis SKPK)





