NasionalSosial Budaya

Pemprov DKI Apresiasi Gerakan Bersih Musala, Dorong Partisipasi Warga Makmurkan Tempat Ibadah di Jakarta Timur

Jakarta Timur,GemaTipikor – Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi peluncuran Gerakan Bersih Musala se-Jakarta Timur yang digelar di Musala Lantabur, Jalan Menteng Niaga RW 01, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung,(Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini secara resmi diluncurkan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, serta dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Ketua Forum Betawi Rempug KH. Lutfi Hakim.

Gerakan bersih-bersih musala yang diinisiasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Jakarta Timur bertujuan menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan musala agar memberikan kenyamanan bagi jamaah, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Ali Maulana Hakim menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan ini sebagai langkah positif karena lahir dari kepedulian warga, bukan semata program pemerintah.

“Ini kegiatan yang sangat diapresiasi oleh Pak Gubernur, karena kegiatan baik ini diinisiasi bukan oleh pemerintah, melainkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ali, keterlibatan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menunjukkan peran strategis generasi muda dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Ia berharap gerakan ini dapat melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan sehingga berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada musala, tetapi juga masjid dan tempat ibadah lainnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebersihan fisik tempat ibadah perlu diiringi penguatan kegiatan keagamaan. Musala yang bersih dan nyaman diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam kegiatan ibadah dan sosial.

“Setelah bersih-bersih ini, harus menumbuhkan kesenangan ke musala. Lalu kita isi dengan ibadah-ibadah lain. Dengan ibadah yang hidup, dampaknya positif dan dapat menjauhkan anak-anak muda dari hal-hal negatif seperti tawuran,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Ali, siap mendukung serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan warga agar gerakan ini berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga kebersihan sekaligus memakmurkan tempat ibadah.

Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat berharap program ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan memiliki mekanisme tindak lanjut yang terukur, termasuk jadwal kegiatan rutin dan evaluasi partisipasi warga.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Gerakan Bersih Musala diharapkan mampu menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, serta memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Jakarta Timur menjelang Ramadan.

(Alred)

Related Articles

Back to top button