Daerah

Tempa Mental di Medan Nyata, Taruna Akmil Digenjot Jadi Perwira Tangguh di Divif 2 Kostrad

Malang I GemaTipikor  — Komitmen mencetak perwira TNI AD yang tangguh, profesional, dan berkarakter kembali ditegaskan melalui program On The Job Training (OJT) bagi Taruna Akademi Militer Tingkat III/Sermatar di Divisi Infanteri 2 Kostrad. Kegiatan yang berlangsung pada 13–22 April 2026 di wilayah Malang Raya ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ajang pembentukan mental tempur dan kepemimpinan di medan nyata. (Malang, 13 April 2026)

Penyambutan Taruna berlangsung khidmat dan penuh semangat di Gedung Sandoyo, Singosari, dipimpin langsung Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. Dalam arahannya, Pangdivif menegaskan bahwa OJT adalah ruang pembuktian, bukan sekadar pembelajaran formal.

“Terapkan ilmu dari Gumil, jangan ragu menegur anggota yang tidak disiplin. Serap setiap hal positif di lapangan dan jadikan setiap kekurangan sebagai bahan evaluasi. Kalian harus tampil sebagai perwira yang cerdas, tegas, dan berwawasan luas,” tegasnya.

Lebih dari sekadar teori, para Taruna dihadapkan langsung pada dinamika satuan tempur. Mereka tidak hanya belajar memahami sistem komando, tetapi juga mengasah insting kepemimpinan, ketegasan sikap, serta kepekaan terhadap kondisi prajurit di lapangan.

Related Articles

Penelusuran Lorong Sejarah Prestasi Divif 2 Kostrad menjadi momen reflektif yang sarat makna. Di ruang tersebut, jejak panjang pengabdian dan keberhasilan satuan menjadi pengingat bahwa setiap perwira dituntut menjaga kehormatan dan tradisi juang yang telah dibangun dengan pengorbanan.

Pengalaman OJT semakin lengkap dengan kegiatan indoor sky diving—simulasi terbang yang menguji keberanian, ketangkasan, dan kontrol diri. Lebih dari sekadar wahana, ini adalah simbol kesiapan mental Taruna dalam menghadapi tekanan dan tantangan operasi di masa depan.

Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan Taruna tidak dilakukan setengah hati. Mereka ditempa keras, diuji langsung, dan dipaksa keluar dari zona nyaman untuk memastikan lahirnya perwira-perwira muda yang adaptif, disiplin, dan siap memimpin di segala medan.

Dengan bekal pengalaman ini, para Taruna diharapkan tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara mental dan moral—siap mengemban amanah sebagai garda terdepan pertahanan negara. (TIM)

Related Articles

Back to top button