Wali Kota Jakarta Timur Lepas Mudik Gratis 250 Penyandang Disabilitas Netra ke Jateng, Jabar, dan Yogyakarta

Jakarta Timur, GemaTipikor – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas keberangkatan program mudik gratis bagi 250 penyandang disabilitas netra yang diselenggarakan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan pelepasan berlangsung di Jalan Kampung Melayu Besar, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, dan turut dihadiri Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Arif Pribadi. Para peserta diberangkatkan menggunakan tiga unit bus dengan tujuan sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Munjirin menyampaikan bahwa program mudik gratis ini diharapkan mampu memberikan perjalanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi para peserta, khususnya penyandang disabilitas netra yang kerap menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Ia menekankan bahwa inisiatif tersebut tidak hanya membantu meringankan beban biaya perjalanan, tetapi juga berperan dalam menekan potensi risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
“Melalui program mudik gratis ini diharapkan perjalanan para penyandang disabilitas netra bersama keluarga menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman,” ujar Munjirin.
Selain itu, Munjirin juga mengingatkan para peserta untuk tetap berhati-hati selama perjalanan serta menjaga kondisi kesehatan agar dapat kembali dengan selamat.
“Semoga seluruh peserta dapat kembali pada 26 Maret dalam keadaan sehat dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Sony, yang turut menjadi peserta, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Ia mengaku fasilitas yang disediakan dinilai ramah bagi penyandang disabilitas netra dan didukung pendampingan dari keluarga maupun panitia.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis ini. Fasilitasnya ramah bagi disabilitas netra, kami juga didampingi keluarga dan panitia, sehingga perjalanan insyaallah aman dan nyaman,” ungkapnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi sosial yang mendorong inklusivitas dalam layanan publik, khususnya dalam momentum mudik Lebaran, agar dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
(AH)





