Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A) Keluhkan Adanya Pungutan Dari Pemdes Desa Ketanggung

Ngawi, Gematipikor.com -Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Ketanggung, Kecamatan sine, kabupaten Ngawi Jawa Timur, mengeluhkan dan keberatan dengan adanya tarikan dana pertahunnya oleh pemerintah desa (Pemdes) Ketanggung .
Ketua P3A Sri Makmur Desa Ketanggung Slamet Wibowo melalui sekretarisnya Budi menanyakan kan tentang Perdes nya kepada kepala Desa Ketanggung Sri Joko katanya ada, namun kami minta salinan atau foto copy sampai saat ini belum bisa menunjukan. Slamet Wibowo juga menanyakan PERDES kalau memang ada di mohon menunjukkan dan tolong ditunjukan juga hasil penarikan dana dari para petani yang sudah dikelola oleh P3A namun dana itu masuk ke pemdes, pengelolaan dana anggaran harus berdasarkan akuntabilitas (transparan dan bisa dipertanggung jawabkan) apakah PERDES itu masih relevan atau tidak,di implementasikan kelompok P3A merasa keberatan ujarnya.
Lebih lanjut Slamet juga menanyakan tentang sumur bantuan dari pemerintahan desa yang dulu untuk petani kini dikelola pribadi oleh oknum perangkat desa setempat untuk dibisniskan,jika para petani untuk mendapatkan air untuk mengairi sawahnya harus merogoh kantongnya untuk beli pulsa alasannya pada hal itu sumur bantuan.

Padahal menurut Perpres ketahanan pangan nasional nomor 81 tahun 2024 tentang ketahanan pangan nasional,juga dari Perpes (PP) nomor 104 tahun 2021 tentang pengalokasian Dana Desa (DD) dari kedua Perpres tersebut seharusnya desa ikut serta menyukseskan program Ketahanan pangan nasional,ini justru memberatkan para petani maupun pengurus P3A yang dulu namanya HIPPA.
Sukadi petani juga sebagai sub blok merasa keberatan atas tarikan, yang katanya P3A diminta kontribusi ke desa, padahal kami masih membutuhkan banyak dana untuk perbaikan saluran irigasi tersier untuk mengairi sawah para petani, apa lagi jika di musim kemarau, kami sangat kesulitan untuk mendapatkan air irigasi yang cukup pungkasnya (TIM)





